
AGAM, PADANGMEDIA.COM – Memasuki beberapa minggu jelang bulan Ramadhan 2019/1440 H, harga kebutuhan pokok masyarakat di Lubuk Basung mengalami penurunan. Musim panen, dianggap menjadi faktor penurunan sejumlah harga tersebut.
Harga beras benang pulau dari Rp14.500 menjadi Rp11.500 per kilogram, beras sokan dari Rp13.000menjadi Rp11.500per kilogram.
Beras Ir 42 dari Rp12.000menjadi Rp9.500 per kilogram, beras benang paluang dari Rp12.000menjadi Rp10.500per kilogram dan beras batang Pasaman dari Rp13.000menjadi Rp10.500 per kilogram.
“Harganya memang turun, tetapi sedikit, cuma Rp500 hingga Rp3.000,” ucap Man, penjual beras saat ditemui Padangmedia.com di Pasar Lama Lubuk Basung, Jumat (19/4/2019).
Untuk daya beli sendiri, sambung Man, terbilang masih stabil. Belum ada peningkatan jumlah pembeli.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Lama, Pasar Inpres dan Pasar Balai Salasa, harga daging ayam kampung juga turun dari Rp70.000menjadi Rp60.000 per ekor, ikan nila dari Rp30.000 menjadi Rp25 per kilogram.
Sementara untuk sayur-sayuran seperti kentang dari Rp8.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, tomat dari Rp10.000 menjadi Rp8.000 per kilogram, col dari Rp5.000 menjadi Rp4.000 per kilogram, petai dari Rp35.000 menjadi Rp30.000per kilogram, cabai rawit dari Rp40.000 menjadi Rp28.000 per kilogram dan kacang hijau dari Rp24.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.
“Karena sekarang ini lagi musim panen, jadi harga-harga turun, soalnya stok banyak. Kalau musim tanam, pasti harganya tinggi,” tutur Olla (27) pedagang sayuran di Pasar Balai Salasa.
Meski daya beli masyarakat masih stabil, namun ia menyebut omzet yang ia dapat justru kurang.
“Barangnya murah-murah. Jadi misalnya yang biasa beli Rp200 ribu cuma tiga barang, sekarang Rp 150 ribu saja bisa berbagai macam barang,” kata Olla.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah setempat, Nelfia Fauzana menjelaskan pihaknya rutin melakukan monitoring harga di sejumlah pasar tradisional setiap minggunya.
“Apabila harga bahan kebutuhan naik, kami akan menyurati Perum Bulog Bukittinggi untuk mengadakan operasi pasar demi menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok agar tidak naik,” tutupnya. (fajar)






