Lomba Masak Serba Ikan, Usaha Penuhi Target 65 Kg Konsumsi Ikan di Agam
  • Home
  • Agam
  • Lomba Masak Serba Ikan, Usaha Penuhi Target 65 Kg Konsumsi Ikan di Agam

Lomba Masak Serba Ikan, Usaha Penuhi Target 65 Kg Konsumsi Ikan di Agam

PADANGMEDIA.COM – Kecamatan Lubuk Basung sukses menjadi tuan rumah Lomba Gemarikan yang digelar Forikan Kabupaten Agam, Rabu (10/4) di Medan nan Bapaneh, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung. Kegiatan itu sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan melalui berbagai macam makanan olahan dari ikan.

Selain kegiatan lomba masak serba ikan, kegiatan yang dimotori oleh kader PKK kecamatan dan nagari itu juga dimeriahkan dengan lomba jingle tingkat SMAN perwakilan kecamatan, lomba mewarnai tingkat Paud serta lomba Bekal Anak Sekolah (Bento) dari perwakilan lembaga Paud masing-masing kecamatan.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Ermanto mengatakan, masyarakat perlu diperkenalkan keragaman masakan dan olahan berbahan ikan, di antaranya dengan menggelar lomba masak dengan menciptakan resep baru dengan cita rasa yang disukai keluarga.

“Melalui lomba, kita pancing masyarakat menciptakan resep baru. Selanjutnya resep tersebut bisa kita sosialisasikan kepada masyarakat dengan beragam inovasi,” kata Ermanto.

Menurut Ermanto, resep masakan baru dari bahan ikan harus digali secara lokal agar sesuai dengan cita rasa dan selera masyarakat. Melalui lomba masak serba ikan diharapkan bermunculan resep makanan berbahan ikan yang baru, sehat dan bercita rasa enak.

Penilaian yang dilakukan dalah dari aspek resep masakan baru dan cita rasa yang enak tanpa bahan pengawet. Selanjutnya, higienis dan nilai gizi masakan ikan.

Sementara, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria mengatakan, melalui lomba masak serba ikan dinilai sangat stategis untuk merangsang masyarakat meningkatkan kosumsi ikan. “Lebih dari itu, subtansi dari lomba ini adalah bagaimana masyarakat terutama generasi penerus terpenuhi kebutuhan nutrisi gizinya. Menarik kenapa ikan banyak dibicarakan, karena ikan nutrisinya sangat tinggi begitu juga untuk mengantisipasi stunting atau pertumbuhan lambat,” ujar wabup.

Wabup menyayangkan, dengan potensi sumber daya alam yang mencukupi belum dimaksimalkan dengan baik oleh masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai menu utama dalam makanan sehari-hari.

“Kita memiliki laut, danau, kolam dan sungai yang cukup memadai dan mendukung. Kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik. Oleh sebab itu, yang menjadi poin penting adalah ketersediaan ikan yang memadai dan bagaimana menerapkan budaya kosumsi ikan. Apabila ke-dua itu terpenuhi maka tidak ada persoalan yang terjadi,” jelas wabup.

Kendati demikian, wabup menjelaskan bahwa peningkatan kosumsi ikan di Kabupaten Agam cukup mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pasalnya, pada 2018 kosumsi ikan di Agam mencapai 35 kilogram per kapita per tahun dibanding tahun 2012 hanya 18 kilogram per kapita per tahun. Namun, jumlah itu menurut wabup, belum memenuhi target nasional 65 kilogram per kapita per tahun.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Ketua Forikan Agam Ny. Vita Indra Catri, Ny. Candra Trinda Farhan, Sekretaris DPKP Agam, Camat dan Muspika Kecamatan Lubuk Basung, Ketua TP-PKK kecamatan dan tokoh masyarakat. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply