Selamatkan Wisata Kandi, Wako Sawahlunto Keluarkan Instruksi untuk Pengelola dan Seluruh OPD
  • Home
  • Berita
  • Selamatkan Wisata Kandi, Wako Sawahlunto Keluarkan Instruksi untuk Pengelola dan Seluruh OPD

Selamatkan Wisata Kandi, Wako Sawahlunto Keluarkan Instruksi untuk Pengelola dan Seluruh OPD

Wako Sawahlunto Deri Asta berbincang dengan pegawai PT WWS. (tumpak)

SAWAHLUNTO – Walikota Sawahlunto Deri Asta mengajak semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kota itu ikut mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan peningkatan kunjungan destinasi wisata yang dikelola PT Wahana Wisata Sawahlunto (WWS) agar kondisinya kembali membaik.

Untuk mendorongnya, Walikota Deri Asta yang turun langsung melihat kondisi wisata Kandi, Jumat (23/3/2019) mengajak seluruh OPD serta institusi lain di kota itu, jika mengadakan kegiatan dapat memanfaatkan destinasi yang dikelola PT. WWS dengan prioritas di kawasan wisata Kandi.

Pada kesempatan itu, Walikota juga berharap jajaran ASN di Sawahlunto memberdayakan biro tour dan travel milik PT. WWS dalam pemesanan tiket jika melakukan perjalanan dinas menggunakan moda transportasi udara.

“Imbauan ini kita sampaikan kepada jajaran OPD dalam bentuk surat edaran,” ujarnya.

Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kembali kunjungan ke Kandi. Maka, langkah awalnya harus diawali dari internal pemerintah untuk memanfaatkan fasilitas yang ada.

Melalui Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT. WWS yang saat ini dijabat oleh Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sawahlunto  Afridarman, Deri Asta menginstruksikan agar PT. WWS dengan semangat penuh dapat berbenah dan memunculkan inovasi guna meningkatkan daya tarik kunjungan ke Kandi.

Wako mengajak segenap karyawan ikut bersama menyelamatkan, memperbaiki kondisi destinasi wisata kita, terutama di Kandi ini. “Kita harus inovasi untuk meningkatkan daya jual destinasi ini. Bersama bergandengan tangan untuk wisata Sawahlunto yang lebih baik,” pinta Deri.

Kondisi lesunya kunjungan wahana dan destinasi wisata yang dikelola PT WWS terbukti karena tak lagi kuat dalam mendanai operasional dan gaji karyawan, bahkan tak lagi menggenapi gaji karyawan. Perusahaan milik daerah tersebut hanya membayar 60 persen gaji dari 15 hari kerja. Lebih 50 karyawan yang bertugas sebagai operator, petugas lapangan serta keamanan hanya bekerja 15 hari saja dalam sebulan. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply