
MENTAWAI – Satu persatu sejarah bergulir keluar dari daerah tertinggal merupakan misi kabupaten mentawai dalam program percepatan pembangunan salah satunya hadirnya konektivitas Sistim Komunikasi Kabel Laut (SKKL) perdana di mentawai.
Keseriusan pemerintah dalam memajukan daerah tak luput dari dukungan berbagai lapisan masyarakat, sehingga terwujud dengan komitmen keluar menjadi daerah 3 T, walupun perjalanan pembangunan dilakukan secara bertahap tapi pasti.
“Keluar menjadi daerah tertinggal intinya progres pembangunan harus terarah, terprogram dan pasti” kata Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet pada persemian pendaratan Fiber Optik padang-mentawai di Mapadegat, Jumat (15/2).
Dikatakan, hadirnya konektivitas SKKL di mentawai, penggunaan fasilitas tersebut bukan hanya sekedar komunikasi saja, akan tetapi banyak manfaat yang harus dikembangkan melalui jaringan fiber optik kabel laut.
Selain itu merupakan keseriusan pemerintah dalam mengembakan akses komunikasi bukan ahnay sebatas menikmati teknologi, tetapi masyarakat merasakan dampak pembangunan yang sedang berjalan saat ini melalui program pemerintah pusat membangun daerah pinggiran, ucap Yudas.
Indikator untuk memajukan suatu daerah, kata Yudas salah satunya membangun akses komunikasi, sehingga percepatan pembangunan untuk keluar dari daerah 3 T bisa terwujud dan dirasakan langsung masyarakat serta sejajar dengan daerah lain, tuturnya.
Ia menyebutkan, pemasangan SKKL di kepulauan mentawai ini merupakan sejarah, bahkan menjadi dampak positif untuk memacu ketertinggalan serta memanfaatkan komunikasi untuk mengembangkan perekonomian melalui tekonologi.
Sementara General Manager Telkom Sumbar, Sulkan mengatakan, pembangunan SKKL padang-mentawai akan rampung pada april mendatang dengan panjang 170 km dan kapasitasnya bandwidth bisa lebih besar.
“Kita berharap perangkat tersebut mampu melewatkan kecepatan 40 x 100 GB atau 4 tera,” kata Sulkan.
Kapasitas akses dari pihak telkom untuk mentawai diberikan sebesar 100 GB, untuk tuapeijat penggunaan jaringan internet hanya 1,6 GB, maka bisa terkafer seluruhnya, ucap Sulkan untuk pulau pagai dan pulau siberut belum ada aksesnya kesana, karena dari kementrian Kominfo fokus dengan anggaran pembangunan SKKL di Tuapeijat.
Ia menambahkan, daerah mentawai yang belum masuk jaringan internet, nantinya pihak pemerintah bisa mengusulkan kembali program lanjutan di teritorial wilayah sumbar, karena masih ada tersisa operasi eksekusi dan juga tergantung pengalokasian anggaran di pusat, tukasnya. (ers)






