PADANG—Banjir merupakan agenda rutin bagi kota Padang ketika hujan terus menerus mengguyur bumi. Banyak hal menjadi penyebab diantaranya tidak berfungsinya drainase dan tiadanya perawatan bagi drainase yang ada.
“Tak bisa dihindari, bila hujan terus menerus, kota Padang dilanda banjir. Sayangnya anggaran untuk drainase ini malah turun dari tahun lalu. Anggaran untuk drainse tahun 2016, sudah dianggarkan sebesar Rp7,5 milyar. Ini memang tidak sebesar tahun lalu,” ungkap Iswanto Kwara Wakil Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa DPRD kota Padang kepada padangmedia.com, Minggu (6/12).
Sementara persoalan banjir sudah menjadi momok bagi kota Padang. Yang terpenting dilakukan adalah melakukan normalisasi terhadap drainase yang ada. Memang solusi cepatnya adalah membangun drainse baru.” Tapi membangun baru membutuhkan dana yang tidak sedikit,” ucapnya.
Seandainya dilakukan normalisasi drainase yang ada, tentu costnya tidak lebih besar. Dilain sisi hendakanya drainase yang ada harus digunakan untuk pembuangan air hujan semata. Tidak lagi ada pembuangan limbah domestik seperti limbah rumahtangga. “Limbah inilah yang banyak membuat saluran riol-riol yang ada menjadi tersumbat dan menyebabkan banjir. Jika hal ini berjalan sebagaimana mestinya tentu akan meminimalisir terjadinya banjir di kota ini,” ungkapnya..
Ia berharap meski anggaran untuk drainase jumlahnya turun dari tahun lalu, dinas terkait seperti PU dapat memaksimalkannya sehingga banjiir di kota Padang dapat diminimalisir. (baim).







