ACEH- Rencana latihan evakuasi bencana longsor di Desa Neuhun Kecamatan Masjid Raya Kabupaten Aceh Besar, Nangroe Aceh Darussalam berubah menjadi evakuasi betulan, ketika hujan deras dan banjir bandang melanda desa tersebut sekitar pukul 19.30 Wib Sabtu (28/11).
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho Minggu (29/11) menjelaskan, sedianya pada sore hari itu akan dilakukan latihan evakuasi di kawasan relokasi korban tsunami Aceh 2004 itu.
Kawasan itu disadari memang rawan longsor karena merupakan lahan bekas bukit yang dipotong untuk dijadikan permukiman. Kondisi lingkungan kurang memadai karena banyak drainase yang tertutup menyebabkan timbulnya genangan.
” Kondisi tersebut diperburuk karena ada aktivitas penambangan di bagian atas permukiman,” kata Sutopo.
Sejak awal daerah ini sudah diketahui memiliki risiko tinggi longsor. Oleh karena itu BNPB dan BPBD Aceh Besar bekerjasama dengan UGM memasang EWS (Early Warning System atau Sistem Peringatan Dini) Longsor pada tahun 2015.
” Pada saat kejadian kebetulan Tim dari UGM beserta BPBD sedang menyiapkan kegiatan tahap akhir dari pemasangan EWS yaitu berupa persiapan pelaksanaan geladi evakuasi mandiri,” jelasnya.
EWS yang terpasang bekerja dengan baik dimana 5 jam sebelum kejadian longsor dan banjir bandang yaitu pukul 12.05 dan 14.15 WIB, sirine telah berbunyi saat hujan deras turun. Sehingganya, warga yang sedianya akan berlatih evakuasi dialihkan menjadi evakuasi yang sebenarnya.
” Karena EWS berfungsi dengan baik, 100 KK, yaitu 40 KK di bagian atas yang berisiko tinggi dan 60 KK di bagian bawah dapat melakukan evakuasi sebelum bencana. Longsoran sedimen dari banjir bandang masuk ke dalam 10 rumah dari 40 rumah yang terancam,” ujarnya.
Kondisi saat ini pada tebing masih tersisa batu-batu yang besar ukuran 3 m x 3 m yang siap meluncur dan dapat berisiko merusak lebih banyak rumah lagi. Yang perlu dilakukan menurutnya adalah menampung warga yang terancam di tempat aman dan penyediaan kebutuhan dasar.
Kemudian, material yang siap meluncur dan mengancam permukiman agar segera diamankan secepatnya. Begitu pula, aktifitas penambangan bahan galian C di perbukitan dengan menggunakan alat berat agar dievaluasi kembali. (feb)






