
AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pertanian tengah menggencarkan produksi padi organik bagi petani guna mengembalikan kesuburan tanah secara alamiah bukan melalui cara kimiawi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Isman Imran, Kamis (8/11) di ruang kerjanya mengatakan, padi organik disamping menyehatkan untuk dikosumsi juga berdampak baik terhadap ketahanan dan kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Saat ini, katanya, Distan Agam sedang melakukan pengembangan dan penggarapan lahan padi organik terhadap beberapa kelompok tani di Nagari Kamang Mudiak Kecamatan Kamang Magek. Diproyeksikan ada sekitar 340 hektare lahan yang siap dilakukan penggarapan padi organik.
Dimulai oleh kelompok usaha muda di Jorong Pauh dengan bahan organiknya berasal dari kotoran ternak maupun tanaman tumbuh-tumbuhan atau dedaunan yang sudah berguguran.
Keunggulan padi organik lainnya adalah tahan terhadap penyakit atau gangguan hama padi lainnya, karena biota yang melakukan perlindungan tidak rusak. Sebaliknya jika dilakukan penyemprotan dengan pestisida, akan membuat biota mati sedangkan biota diperlukan untuk melindungan tanaman itu sendiri.
Gabungan kelompok tani di Kamang Magek juga berupaya melaksanakan kegiatan organik lainnya, seperti tanaman buah manggis ada sekitar 20 hektar yang sedang digarap.
“Tidak hanya di Kamang Magek, ini juga sedang kita lakukan di seluruh kecamatan di Agam, seperti Kecamatan Lubuk Basung penanganan padi organik juga sedang kita lakukan,” ujarnya. (fajar/amc)






