
SIBERUT – Setelah hampir 6 tahun berdirinya Persatuan Bulu Tangkis (PB) Muara Siberut Selatan, dukungan dari pemerintah maupun KONI belum ada. Bahkan, selama laga tanding di luar daerah, untuk mendapatkan biaya dilakukan secara patungan.
Hal itu diakui Ketua Pengcab PBSI Mentawai, Adek Suryono kepada padangmedia.com, Senin (5/11). “Yang namanya perhatian terhadap atlet bulu tangkis tidak ada. Bahkan, uang pembinaan sama sekali tidak pernah. Solusinya hanya patungan demi memperkenalkan nama Mentawai ke luar daerah,” ucapnya.
Terkait dengan tidak ikutnya Mentawai di ajang Poprov Sumbar, Adek Suryono selaku Ketua Pengcab PBSI Mentawai kecewa, karena selama ini yang sudah direncanakan tidak tersolusikan. Namun demikian, PB Muara Siberut Sselatan akan melakukan turnamen bulu tangkis tingkat pelajar.
“Turnamen tingkat pelajar ini sebenarnya untuk persiapan Poprov. Karena Mentawai batal ikut, maka pelajar yang berpotensi akan dibawa laga tanding ke luar daerah,” ucap Adek Suryono kepada padangmedia.com, Senin (5/11).
Menurutnya, potensi atlet bulu tangkis tingkat pelajar di Mentawai tidak begitu jauh beda dengan kota lain, hanya soal teknik saja. Kalau masalah fisik tidak diragukan. Namun untuk ke depan akan dicari solusi pembimbing teknik serta jadwal latihan yang tidak menganggu sekolah.
“Dalam pola permainan, kita berimbang dengan pemain kota lain, sehingga kita tidak malu membawa atlet muda bertanding keluar daerah. Bahkan, kalau tidak ada aral melintang, dalam waktu dekat akan dilakukan pertandingan persahabatan di Malaka,” ungkap Adek Suryono.
Dikatakan, jumlah pemain yang berpotensi saat ini sudah ada 60 orang dari tingkat SD dan SMP dengan kategori usia 10 sampai 14 tahun. Kalau untuk laga di luar Mentawai, PB Mentawai membawa 12 atlet yang sudah disaring.
Pelajar yang sudah dilatih itu, kata Adek, dipersiapkan untuk Porprov tahun datang, sehingga ke depan tidak ada lagi memakai atlet dari luar.
“Potensi atlet Mentawai, katanya, sebenarnya banyak. Hanya saja, dukungan tidak ada, sehingga berjalan sendiri demi mengharumkan nama daerah. Untuk rencana laga persahabatan di Malaka, biayanya dilakukan secara patungan dari senior PB Muara Siberut Selatan,” kata Adek.
Dengan banyaknya potensi generasi muda berbakat, Adek Suryono berharap pemerintah daerah dan KONI Mentawai membuka mata serta ada nama Mentawai yang muncul dari Pengcab PBSI Mentawai. (ers)






