AGAM – Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan membangun pelabuhan pendaratan ikan di pantai laut Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, dengan dana sebesar Rp.20 miliar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Agam, Ermanto di ruangannya, Rabu (25/11), mengatakan kepada Padangmedia.com, dana sebesar Rp.20 miliar ini akan digunakan untuk membangun jetty atau kolam labuh untuk kapal penangkap ikan.
“Dana sebesar Rp.20 miliar ini berasal dari Dana Alokasi Khusus Infrastruktur Publik Daerah (DAK IPD) dari pemerintah pusat pada 2016. Pada 2016, Kabupaten Agam memperoleh DAK IPD sebesar Rp92.226.680.000. DAK IPD ini untuk Dinas Pekerja Umum dan DKP, karena hanya dua dinas ini yang mengajukan proposal ke Kementrian Keuangan dan Bapenas,” kata Ermanto.
Untuk tender pekerjaan pembangunan pelabuhan pendaratan ikan ini akan dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan tender ini akan dilakukan pada awal tahun.
Ia berharap dukungan dari masyarakat saat pembangunan ini, sehingga pembangunan berjalan dengan lancar dan sesuai kontrak kerja. “Kita berharap dukungan dari seluruh masyarakat, agar pembangunan berjalan dengan lancar dan bisa dimanfaatkan oleh nelayan sekitar,” harapnya.
Ia menambahkan, pembangunan kolam labuh ini sangat perlu sekali untuk melindungi kapal-kapal nelayan diatas 10 gross tonage (GT) dari gelombang laut.
Saat ini, kapal nelayan diatas 10 GT tidak bisa berlindung di pelabuhan pendaratan ikan di Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara, sehingga nelayan membawa ke Kota Padang dan daerah lain apabila gelombang besar.
Sebelumnya, DKP Kabupaten Agam telah mengajukan proposal pembangunan pelabuhan ke pemerintah pusat dengan dana sekitar Rp100 miliar.
Dana itu akan digunakan untuk membangun “break water” atau pemecah gelombang dengan panjang 737 meter dan groin dengan panjang 100 meter menelan dana Rp25 miliar.
Kemudian untuk melakukan pengerukan dan pengurungan kolam pelabuhan sebesar Rp9,5 miliar dan pembangunan dermaga sebesar Rp10 miliar.
Sedangkan pembangunan jalan lingkar sebesar Rp7,5 miliar, peningkatan daya listrik PLN dengan kapasitas 200 KVA, pembangunan gedung PPI, dan areal parkir sebesar Rp7,5 miliar.
Selain itu, peningkatan kapasitas pabrik es menjadi 40 ton per hari sebesar Rp10 miliar, pembangunan “cold storage” dan tangki air bersih Rp5 miliar dan pembangunan pujasera serta fasiltas umum dan lainnya Rp12,5 miliar.
“Pelabuhan ini bisa menampung sekitar 100 unit kapal berukuran 10 sampai 30 gros tonase (GT),” ungkapnya.
DKP Kabupaten Agam, tambah dia, telah membuat “masterplan” dengan dana sebesar Rp600 juta yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2013.
Pada APBD 2014, DKP Kabupaten Agam menganggarkan dana sebesar Rp350 juta untuk mengurus izin analisi mengenai dampak lingkungan atau amdal.
Salah seorang nelayan Tiku, Syamsir (40), menyambut baik pembangunan pelabuhan pendaratan ikan, karena keberadaan pelabuhan ini sangat membantu nelayan untuk membongkar ikan hasil tangkapan, melindungi kapal dari gelombang dan lainnya.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelabuhan ini, dan kami siap memberikan dukungan untuk kelancaran pembangunan ini,” ungkapnya dengan wajah girang. (fajar)







