PADANG–Terkait aksi demo ratusan pemilik dan sopir angkot menolak Surat Edaran DishubKominfo Kota Padang Nomor 5521/540/DishubKominfo-Pd/2015 tentang penataan badan usaha angkot di Gedung DPRD Padang, Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (DishubKominfo) Padang Rudy Rinaldy, akan mencarikan solusinya.
Rudy berjanji akan merembukkan permasalahan ini bersama pemangku kepentingan pemerintah daerah, serta pusat. Hasilnya akan diinformasikan sehingga tidak ada informasi yang tersumbat terkait hal ini.
Namun Rudy juga sangat mensesalkan aksi tersebut. Dengan sikap seperti itu, masyarakat selaku penumpang angkot jadi terabaikan, sehingga menimbulkan lebih banyak kerugian.
Diakui Rudy, pihaknya bukanlah penentu dalam perubahan sistim tersebut. Dia hanya meneruskan keputusan Kapolri dan instruksi Walikota. Menanggapi tuntutan pemilik angkot, Rudi mengungkapkan ada alternatif jika pemilik tetap ingin mencantumkan namanya di BPKB dan STNK.
“Bisa saja antara pemilik dan perusahaan mengadakan perjanjian di notaris. Tentu isi perjanjiannya tergantung kesepakatan pemilik angkot dan perusahaan. Selama proses pembahasan lewat dari masa tenggat waktu sesuai dengan surat edaran yang telah diterbitkan itu belum juga selesai, kita akan memperpanjang waktu sampai tahun 2016.Pokoknya kita akan carikan solusi terbaik.” jelasnya.
Menariknya, saat pertemuan antara pemilik angkot, DishubKominfo dan anggota Komisi III DPRD Padang serta pihak kepolisian, terungkap berbagai fakta di lapangan. Persoalan maraknya premanisme terhadap sopir angkot (pungli), penambahan armada Trans Padang hingga parkir di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan hingga kini belum terselesaikan oleh DishubKominfo.
Para sopir angkot mengatakan mereka tidak lagi nyaman dengan aksi premanisme di depan Masjid Taqwa atau di sekitar bundaran air mancur. Pungli dengan aksi premanisme sudah meresahkan para sopir angkot terutama pada sore hari,bahkan sudah ada korban jiwa akibat aksi premanisme terhadap para sopir angkot.
Sementara Anggota Komisi III,M.Dinul Akbar menyinkapi aksi premanisme yang telah meresahkan sopir angkot dan bahkan diketahui sudah memakan korban,”JIka ada oknum yang membeking segera laporkan sekarang juga. Kemudian kita minta pada petugas atau pihak kepolisian jangan tinggal diam atas kejadia ini, aksi premanisme (pungli )ini harus segera ditindak sehingga tidak merugikan sopir angkot,”ungkapnya.(baim).







