Masyarakat Harus Bijak Menggunakan Medsos
  • Home
  • Berita
  • Masyarakat Harus Bijak Menggunakan Medsos

Masyarakat Harus Bijak Menggunakan Medsos

Acara literasi digital yang diadakan FKPT Sumbar, Kamis (13/9) di Padang. (rin)

PADANG – Masyarakat harus cerdas dan bijaksana dalam menggunakan media sosial (medsos). Medsos seperti dua mata uang yang akan menjadi bumerang bila tak bijak dalam menggunakan. Bahkan, secara tak langsung, medsos dapat dijadikan sebagai ‘pasar’ bagi kelompok teroris untuk merekrut anggota.

Hal itu menjadi penekanan dalam kegiatan ‘Literasi Digital sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat’ yang diadakan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumbar, Kamis (13/9) di Padang.

Menurut sosiolog Unand yang juga penggiat medsos, Dr.Emeraldy Chatra, di Eropa dan ada indikasi serupa di Indonesia, perekrutan anggota teroris bisa berawal dari status-status atau ujaran-ujaran di medsos. Seseorang yang suka berujar kebencian, menghasut dan sejenisnya, bisa didekati oleh pelaku teroris karena dianggap berpotensi sebagai ekstrimis.

“Walaupun tentu tidak semua pengguna medsos yang menjadi radikal. Tapi, hal itu harus diwaspadai,” ujarnya.

Hal-hal yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir adalah perdebatan dalam berbagai hal, mulai dari keyakinan, politik, hingga pilpres. Sebagian membuat meme yang membuat orang menjadi gerah dan saling memaki. Dan parahnya, debat di dunia maya bisa berlanjut ke dunia nyata. Debat, menurutnya, bisa menjadi awal dari proses disintegrasi bangsa. Hasil debat malah menimbulkan ekstrimisme dan radikalisme, dan kelompok teroris seperti ISIS akan mencek orang-orang eksrim di medsos.

Hal hampir senada dikatakan anggota Dewan Pers, Ratna Komala. Dikatakan, dengan sifatnya yang bebas dan interaktif, medsos atau new media seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan dampak positif. Namun, di sisi lain menimbulkan hal-hal negatif. Karena itu, masyarakat harus cerdas dan bijaksana dalam menggunakan medsos.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumbar, Zaim Rais mengatakan, masih banyak masyarakat yang tak menyaring informasi yang beredar di medsos. Lebih parah lagi, informasi yang belum tentu benar itu langsung di-sharing ke pengguna medsos lainnya.

“Pastikan dulu informasi itu benar atau salah. Jangan langsung sharing begitu saja,” ujarnya.
Literasi digital tersebut juga dihadiri oleh Kapolda Sumbar diwakili Kasubdit 4 Intelkam Polda Sumbar, AKBP Sri Wibowo dan Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT Kolonel Rahmad Suhendro. Peserta berasal dari media, penggiat media sosial, pers kampus dan lainnya. (rin)

Berita Terkait

Leave a Reply