
PASAMAN – Untuk meminimalisir peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan remaja, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pasaman mengadakan seminar bahaya narkoba bagi kalangan pelajar di daerah itu.
Ketua GOW Kabupaten Pasaman, Ny. Mira Atos Pratama, seminar yang digelar sengaja dilaksanakan bagi kalangan remaja, karena usia remaja tersebut rentan terhadap pengaruh yang berbau negatif.
“Kita semua tahu, peredaran gelap narkoba di era modern saat ini sangatlah berbahaya. Untuk itu, kita sengaja mengggelar seminar ini dengan sasaran peserta adalah anak-anak pelajar usia SLTP dan SLTA sederajat,” kata Ny. Mira saat memberikan sambutan, di Gedung Syamsiar Thaib, Lubuk Sikaping, Selasa (4/9).
Dikatakan, seluruh pengurus yang tergabung dalam GOW akan terus menggalakkan bahaya narkoba dan dampak hukum jika mengkonsumsi secara tidak legal dan mengedarkan narkoba tersebut. GOW sengaja mendatangkan pemateri dari BNNK Pasaman Barat dan Kasat Narkoba Polres Pasaman. Dengan demikian, para pelajar akan tahu dampak negatif narkoba dan akan memahami aturan yang melawan hukum sesuai dengan Undang-undang Nonor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Dia mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin narkoba merusak generasi bangsa ini, terutama di Pasaman. Karena itu, melalui kegiatan tersebut, semua tamu undangan diharapkan menjadi perpanjangan tangan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan para pelajar.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama dalam arahannya mengatakan di Pasaman sendiri, tidak tertutup beberapa kasus narkoba melibatkan para remaja. Terlebih, Pasaman menjadi daerah perlintasan peredaran narkoba antar provinsi.
“Untuk itu, sangat penting sekali acara ini mengingat dampak narkoba benar-benar mengerikan. Dapat menghilangkan kesadaran pemakainya, menyebabkan paranoid atau linglung, juga dapat membuat pemakainya menjadi ganas dan liar sehingga dapat mengganggu ketentraman di masyarakat. Sehingga dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan kriminal seperti pencurian, perampasan ataupun pertengkaran dan tidak sedikit pula yang menimbulkan pembunuhan,” kata Atos Pratama. (riki)






