PADANG–Anggota DPRD Padang Iswandi dari Komisi IV sangat menyayangkan sikap Kepala Sekolah dari tiap sekolah yang tidak mampu mendidik, membina serta mengawasi anak didiknya.Demikian juga dengan Dinas Pendidikan Kota Padang, yang seakan diam dan pura-pura tidak tahu persoalan yang kerapkali terjadi adanya tawuran antar pelajar di Kota Padang, yang sudah sangat mengganggu ketertiban umum.
Menurut Iswandi sebaiknya dibuatkan payung hukumnya. “Baik itu terapan dan sanksi bagi Sekolah dan Pelajar yang bermasalah. Bukankah Kota Padang ingin mewujudkan sekolah inklusi? Tapi kenapa seperti ini,seakan persoalan tawuran pelajar ini tidak ada habisnya” ujarnya,Jum’at(20/11).
Untuk mengatasi hal ini, tambahnya, perlu dilakukan rembuk bersma. Artinya, segala permasalahan yang merusak dunia pendidikan di Ibukota Provinsi Sumbar benar-benar teratasi. Bahkan, lewat diskusi bersama dengan melibatkan para tokoh masyarakat,Dinas pendidikan, pihak sekolah dan DPRD akan ada satu hal perwujudan nyata, yang kemudian menjadi acuan dalam mengatasi persoalan seperti ini.
“Saya sudah pernah uji salah seorang siswa untuk menyebutkan salah satu ayat dalam Al-Quran, saat di mintakan ia pun tidak bisa. Maka hal ini juga penting agar ada sosialisasi dan penerapan pembinaan terkait ilmu agama,”ujarnya.
Tidak hanya itu saja, ia juga menekankan kepada Kepala sekolah disetiap sekolah untuk meningkatkan pembinaan kerohanian, sehingga kenakalan-kenakalan remaja tidak merasuk dan merusak para generasi muda daerah.Terkait permasalahan kenakalan pelajar itu, DPRD Padang katanya, memanggil pihak Dinas, Sekolah dan orang tua murid dan para tokoh masyarakat. Sehingga penerapan dalam mengurangi akan kenakalan remaja dapat diatasi secara bersama-sama.(baim).







