
TUAPEIJAT – Pabrik es di wilayah Tuapeijat Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak beberapa waktu terakhir tidak beroperasi. Akibatnya, banyak nelayan yang tak melakukan aktivitas memancing, sehingga ikan menjadi langka. Masyarakat setempat pun menjerit karena ikan sulit didapat dan mahal .
Azwin (53), penjual ikan warga Dusun Jati Desa Tuapeijat menyebutkan, tidak beroperasinya pabrik es milik Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai itu sudah berlangsung lebih kurang 2 minggu. Akhirnya, aktivitas jual beli ikan di TPI Tuapeijat menjadi lumpuh.
Saat ini, beberapa kapal ikan yang berlabuh di pelabuhan TPI Km. 2 Tuapeijat terpaksa mogok untuk melakukan aktivitas mencari ikan, karena pabrik es tidak beroperasi. Biasanya, kata Azwin, kapal ikan datang langsung bongkar ikan dan memuat es untuk pergi melaut kembali.
“Sekarang, masyarakat mengeluhkan kelangkaan ikan,” ucap Azwin kepada padangmedia.com, Rabu (1/8).
Kalau kapal ikan membeli es dari Padang, sambung Azwin, harganya tidak cocok karena biaya lebih besar. Sementara, aktivitas kapal ikan itu hanya di wilayah perairan Kepulauan Mentawai dan menjual ikanpun langsung di TPI Km.2 Tuapeijat.
Dikatakan, dengan kondisi saat ini, kapal ikan tidak berani membongkar ikan yang lebih dari satu ton. Tapi, kalau 500 kg masih bisa dibongkar, karena ikan tersebut masih bisa dibagi dengan lapak ikan yang lain. Hal tersebut, sifatnya hanya sementara tidak bisa berlangsung lama. Karena, sesuai dengan ketersediaan batu es bagi penjual ikan yang memiliki penyimpanan di tempat lapaknya masing-masing.
“Kalau tidak ada es, ikan pasti akan membusuk,” terangnya.
Diakuinya, saat masih beroperasi pabrik es, dalam satu hari ikan bisa habis satu ton di wilayah Tuapeijat. Usai membongkar ikan, kapal akan melanjutkan kembali melaut.
Saat ini, kapal ikan tidak berani masuk ke TPI untuk mebongkar karena es tidak ada. Padahal biasanya, kapal ikan membongkar ikan berton-ton dan sudah ada lapak ikan yang menampung.
“Kalau pabrik es mandek satu hari masih bisa ditanggulangi, tetapi kalau sudah lebih dari satu hari pabrik es tak beroperasi sangat besar dampaknya terhadap nelayan. Termasuk penjual ikan yang berada di lapak TPI Km.2 Tuapeijat. Bahkan, masyarakat juga menjerit karena kelangkaan ikan,” jelas Azwin.
Menurut Azwin, pabrik es sempat pulih kembali, akan tetapi bak operasi pengolahan es bocor. Saat ini, kapal ikan dan lapak masih menunggu beroperasinya pabrik es. Kebijakannya tentu kembali ke Dinas Perikanan Mentawai,” kata Azwin. (ers)






