Pengamat: "Kiki Challenge" Viral Karena Ada Motivasi Pamer Mobil
  • Home
  • Berita
  • Pengamat: “Kiki Challenge” Viral Karena Ada Motivasi Pamer Mobil

Pengamat: “Kiki Challenge” Viral Karena Ada Motivasi Pamer Mobil

Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar saat melakukan “Kiki Challenge”. (Foto: Instagram)

Media sosial kini tengah dihebohkan dengan video “Kiki Challenge”. Kiki Challenge merupakan tantangan membuat video yang menayangkan seseorang yang duduk dibangku penumpang sebelah pengemudi keluar dari mobil lalu menari,sementara pengemudi merekam aksi tersebut sambil mengemudi pelan.

“Kiki Challenge” semakin viral karena setiap hari orang dari berbagai negara membuat video ini dengan versi berbeda-beda, termasuk Indonesia. Bahkan sejumlah selebriti tanah air seperti Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar pun ikut membuat video “Kiki Challenge”

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Media Sosial dari Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi mengatakan, “Kiki Challenge” disukai karena memang masyarakat utamanya anak muda suka tantangan. Anak muda cenderung lebih melaksanakan tantangan ketimbang ajakan.

Selain itu Hariqo menambahkan, “Kiki Challenge” populer salah satunya karena motivasi pamer mobil, meskipun dalam banyak video merek kendaraannya tidak diperlihatkan oleh si pengambil tantangan Kiki Challenge.

Sebagai “perlawanan” atas bentuk pamer ini, ada yang membuat video “Kiki Challenge” menggunakan bajaj, angkutan umum, bahkan sepeda motor, bahkan ada yang tidak menggunakan kendaraan sama sekali.

“Niatnya ingin berbeda, namun sebenarnya ini kreatifitas yang bisa juga disebut pemberontakan,” jelas Hariqo Wibawa Satria di Depok, Sabtu 28 Juli 2018.

Menurutnya, dalam menyikapi sesuatu yang viral di internet, ada yang mencontoh persis seperti yang dilakukan banyak orang, ada juga yang kreatif. Jadi sisi positif dari berbagai tantangan ini adalah melatih orang berfikir kreatif dalam membuat konten.

“Tantangan untuk membuat video di media sosial akan banyak dilakukan orang jika tantangan itu memenuhi beberapa kriteria, diantaranya, unik, lucu, menghibur, melibatkan aktivitas fisik. Semakin unik, semakin ekstrim, menghibur akan semakin digemari,” tambah Hariqo.

Menurutnya, yang perlu diwaspadai adalah tantangan yang sifatnya tertutup serta terbatas, misalnya tantangan yang hanya diedarkan dalam satu komunitas. Misalnya tantangan berfoto di rel kereta api, tantangan berciuman, atau tantangan jahil yang biasa disebut prank.

“Generasi muda perlu diberikan pengertian bahwa apapun yang diunggah di internet akan abadi selamanya, boleh jadi sosok yang di dalam video tidak masalah dengan keabadian konten, namun ia juga harus mempertimbangkan perasaan orangtuanya, anaknya kelak dan keluarga besarnya yang mungkin terganggu,” jelas Hariqo. (Peb)

Berita Terkait

Leave a Reply