Setelah Belgia, Pengrajin Tenun Songket Desa Lunto Bertolak Ke Moskow
  • Home
  • Berita
  • Setelah Belgia, Pengrajin Tenun Songket Desa Lunto Bertolak Ke Moskow

Setelah Belgia, Pengrajin Tenun Songket Desa Lunto Bertolak Ke Moskow

SAWAHLUNTO – Setelah berhasil menjajaki Belgia dan mengikuti seminar serta pameran pada tahun 2017 lalu, pengusaha muda asli Desa Lunto Timur, Kota Sawahlunto, Anita Dona Sari (32) segera membawa tenun songket Silungkang ke Rusia pada 31 Juli mendatang.

Gadis yang akrab disapa Dona itu memenuhi undangan KBRI Indonesia –
Moskow dalam acara Festival Indonesia – Moskow, membawa nama kerajinan
tenun Indonesia terutama Sawahlunto dengan bahan pewarna alaminya yang
ditorehkan pada tenunan songket Silungkang.

“Selasa depan akan pergi ke Rusia, tepatnya di moskow membawa nama
songket Silungkang yang dibuat dengan bahan pewarna alami pada acara
Festival Indonesia Moskow yang diadakan oleh KBRI,” ujar Dona di
kantor Dinas Perindagkop Sawahlunto, Jumat (27/7).

Jebolan Universitas Negeri Padang itu menambahkan, pewarna yang dibuat berasal dari bahan alami yang mudah didapat di Kawasannya, mulai dari ekstrak daun jambu air, kulit manis, daun surian hingga kulit jengkol.

“Kalau jambu air menghasilkan warna ijo lumut dan jika dicampur dengan
air bisa berubah dengan warna silver, kalau ekstrak kulit manis bisa menghasilkan warna kecoklatan,” sebutnya.

Untuk persiapan ke Moskow, wanita sulung dari tiga bersaudara ini telah mempersiapkan beberapa hasil tenunnya berupa Shal, baju dan alas meja hasil karyanya bersama 4 orang anggotanya dengan sembilan alat tenun yang dimiliki.

Kepala Dinas Koperindag Sawahlunto, Marwan mengapresiasi perjuangan dan prestasi yang didapat oleh Dona, karena
memang telah membanggakan Indonesia terutama Sawahlunto.

“Saya harap ini menjadi motivasi bagi Dona untuk terus berkarya mengembangkan usahanya dan semoga ini jadi contoh bagi penenun lain untuk semangat dalam berkarya,” pintanya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply