
MENTAWAI – Da’i binaan yang berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, mendapatkan bantuan sepeda motor sebanyak 27 unit dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)
Ketua Pengurus UPZ Baznas Semen Padang Oktoweri menyebutkan, Bantuan sepeda motor untuk da’i binaan di Mentawai, merupakan inisiatif UPZ Baznas Semen Padang yang bekerjasama dengan Baznas pusat yang diserahkan beberapa waktu lalu di halaman kantor UPZ Baznas Semen Padang Indarung.
“Dengan adanya bantuan alat transportasi, diharapkan para da’i binaan di Mentawai semakin mudah dan lancar dan tidak terkendala lagi melaksanakan kegiatan keagamaan di Kabupaten Kepulauan Mentawai,” ucap Oktoweri di padang, Jumat (20/7).
Selain itu, para da’i dapat menjaga dan merawat sepeda motor tersebut, sehingga bisa dimanfaatkan untuk beberapa tahun yang akan datang.
Ia menyebutkan, di Kepulauan Mentawai ada sebanyak 51 da’i binaan UPZ Baznas Semen Padang, dari jumlah tersebut baru hanya 27 da’i yang bisa mendapatkan bantuan operasional tahap pertama. Untuk kedepan, Kepala Departemen Komunikasi perusahan PT. Semen Padang akan melakukan kerjasama lagi dengan baznas pusat untuk tahap berikutnya.
Sementara, Da’i binaan UPZ Baznas Semen Padang di Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai, Iswandi menyebutkan, bantuan sepeda motor dari UPZ Baznas Semen Padang ini sangat besar manfaatnya dalam mensyiarkan agama Islam di Mentawai.
Oleh sebab itu, dirinya mewakili para Da’i binaan, berterimakasih kepada UPZ Baznas Semen Padang, karena berkat adanya bantuan sepeda motor ini, maka akses para Da’i di Kabupaten Kepulauan Mentawai bisa lancar.
Diakuinya, sebelum adanya bantuan sepeda motor dari UPZ Baznas Semen Padang, ia dan para Da’i lainnya dalam mensyiarkan agama Islam, hanya memanfaatkan alat transportasi seadanya. Bahkan, ada juga yang jalan kaki ke masjid dan mushola, maupun ke tempat lain.
“Mudah-mudahan UPZ semakin diridhoi oleh Allah SWT, dan PT Semen Padang sebagai perusahaan semen kebangaan masyarakat Sumbar, kami doakan tetap survive dan berkembang di tengah ketatnya persaingan pasar semen di Indonesia,” ujarnya. (Ers)






