DHD 45 Sumbar Berharap Gedung Juang Diperbaiki
  • Home
  • Berita
  • DHD 45 Sumbar Berharap Gedung Juang Diperbaiki

DHD 45 Sumbar Berharap Gedung Juang Diperbaiki

Ketua DPRD Sumbar bersilaturahim dengan pengurus baru DHD 45 Sumbar, Jumat (22/6). (fdc)

PADANG – Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pemberdayaan Kejuangan 45 Sumbar berharap Gedung Juang 45 diperbaiki. Gedung tersebut dalam kondisi memprihatinkan setelah dilanda bencana gempa pada tahun 2009.

Harapan itu disampaikan Ketua Umum DHD 45 Sumbar Mayjen (purn) Amril Amin saat bertemu dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim, Jumat (22/6).

“Kami berharap gedung juang yang rusak berat akibat bencana gempa tahun 2009 diperbaiki. Kondisinya saat ini sungguh memprihatinkan,” katanya.

Pertemuan DHD 45 Sumbar tersebut adalah dalam rangka silaturahim pengurus DHD yang baru saja terpilih pada Maret 2018 lalu dengan pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Barat. Kepengurusan baru DHD 45 Sumbar tersebut akan dikukuhkan pada peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 2018 mendatang.

Amril Amin menuturkan, pengurus baru hasil Musda ke 6 tersebut telah menyusun sejumlah program, terutama dalam rangka mengisi kegiatan pengukuhan. Diantaranya menggelar seminar dengan mengangkat tema sejarah, budaya dan kearifan lokal.

Dia menegaskan, DHD 45 akan terus berupaya mengangkat sejarah perjuangan Sumatera Barat sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Tujuannya adalah agar generasi muda memiliki wawasan sejarah yang kuat dan menghargai sejarah perjuangan bangsa.

“Sejarah perjuangan di Sumatera Barat, sebagai bagian dari perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah perlu diperkenalkan kepada generasi muda agar memiliki wawasan sejarah yang kuat,” ujar mantan Pangdam VII Wirabuana ini.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim menyatakan dukungannya terhadap program-program yang disusun oleh DHD 45. Dia berharap, program DHD 45 dapat menularkan gelora semangat juang kepada generasi muda.

“Generasi muda saat ini perlu ditambah wawasannya terkait sejarah perjuangan bangsa agar tumbuh semangat juang seperti gelora semangat pejuang dahulu ketika meraih kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

Hendra mengungkapkan, Sumatera Barat pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia pada masa pemerintahan daruratatau dikenal dengan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia). Sejarah tentang PDRI membuktikan bahwa Sumatera Barat memiliki sejarah penting dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Kepada pengurus DHD 45 Sumatera Barat, Hendra berharap agar terus mendorong berlanjutnya pembangunan Monumen PDRI di Kabupaten Limapuluh Kota. Monumen tersebut akan menjadi bukti sejarah perjuangan bangsa yang akan dikenang oleh anak bangsa dari generasi ke generasi. (fdc)

Berita Terkait

Leave a Reply