
TUAPEIJAT – Sujasmin (41), pegawai negeri sipil di BKD Mentawai dan Jeppi Saogo (38), PNS Pertanian nyaris tenggelam di perairan Tuapeijat saat melakukan aktivitas memancing di seputaran Batu Tongga Desa Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kapolres mentawai, AKBP Hendri Yahya menyebutkan, kejadian laka laut yang dialami oleh kedua korban, seusai pulang melaksanakan tugas sebagai PNS di lingkungan Pemkab Mentawai.
Menurut laporan, kata Hendri yahya kepada padangmedia.com, Senin (9/7), kejadian laka laut sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, kedua korban meninggalkan dermaga TPI Tuapeijat hendak pergi memancing dengan menggunakan perahu sampan memakai mesin tempel 15 PK di seputaran Batu Tongga.
Ketika kembali ke Tuapeijat sekira pukul 18.30 WIB, perahu yang dipakai kedua korban di hantambadai dengan gelombang tinggi, sehingga mengakibatkan sampan terbalik. Namun, kedua korban tetap berusaha bertahan memegang sampan.
Hampir satu jam lebih terombang ambing di perairan Tuapeijat, kedua korban akhirnya memutuskan untuk berenang ke tepi pantai menggunakan bantuan jerigen minyak mesin tempel yang sudah dikosongkan.
Kedua korban berusaha untuk mencapai ke tepian pantai. Setelah hampir satu jam, mereka baru sampai di pulau terdekat, yakni Tanjung Pulau Siburu. Sesampai di tepi pantai, salah satu korban meminjam alat komunikasi seluler kepada nelayan yang sedang menepi guna menghubungi istri korban An, Erina untuk melaporkan kejadian itu ke pihak BPBD Mentawai.
Setelah mendapatkan laporan BPBD Mentawai, Sat Pol Air Polres Mentawai dan Basarnas melakukan eksekusi ke lokasi tempat kejadian di Tanjung Pulau Siburu dengan menggunakan perahu karet milik Basarnas Mentawai. Kejadian laka laut itu, kedua korban berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke Tuapeijat.
Hendri Yahya mengatakan, penyelamatan merupakan koordinasi yang baik dengan instansi vertikal dalam membantu warga saat terkena musibah. Dengan adanya reaksi cepat, korban laka laut bisa di selamatkan, ujarnya.
Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak melaut, sebelumnya perlu melihat kelengkapan peralatan keselamatan di dalam perahu. Selain itu perlu memperhitungkan keadaan situasi kondisi cuaca, tukasnya. (ers)






