
PADANG – Pertamina memastikan gempa yang terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat tidak memengaruhi aktifitas penyaluran bahan bakar di daerah kepulauan tersebut. Tiga lembaga penyalur yang berada di Pagai Utara, Siberut Selatan dan Sipora Utara tetap beroperasi dengan baik.
“Untuk memastikan aktifitas operasional penyaluran aman setelah gempa, kami menurunkan tim memeriksa dan memastikan sarana dan fasilitas operasional aman, setelah kejadian gempa,” kata Rudi Ariffianto, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rabu (13/6) siang.
Dia menjelaskan, pada Rabu pagi, terdapat aktifitas penyaluran bahan bakar minyak (BBM) sebesar 100 kiloliter dan bahan bakar solar sebesar 20 kiloliter ke Pagai Utara dan Siberut Selatan.
Menurutnya, setelah terjadi gempa, Pertamina MOR I dengan sigap segera menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan fasilitas operasional terkait bencana yang terjadi guna menghindari gangguan dan keterlambatan penyaluran produk.
Gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter (SR) tersebut menurut Rudi juga tidak memengaruhi aktifitas distribusi bahan bakar di Padang. Fasilitas di lembaga penyalur di wilayah Padang dan sekitarnya tetap beraktifitas normal.
“Laporan terakhir menyebutkan fasilitas kami di Terminal BBM dan Depot LPG Teluk Kabung masih beroperasi normal”, terang Rudi.
Kondisi yang sama juga berlaku di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kegiatan penerimaan dan penyaluran untuk DPPU Minangkabau tetap berjalan dengan kondusif.
“Untuk di DPPU BIM sendiri belum ditemukan adanya gangguan atau laporan kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut”, tutupnya. (fdc)






