Ini Tips Mengelola Keuangan Keluarga Saat Lebaran
  • Home
  • Berita
  • Ini Tips Mengelola Keuangan Keluarga Saat Lebaran

Ini Tips Mengelola Keuangan Keluarga Saat Lebaran

PADANG – Diluar kegembiraan menyambut Lebaran, ada satu hal yang sering membuat kita sedih. Banyak keluarga yang menghadapi masalah keuangan setelah keriaan lebaran usai.

Tidak pandang bulu, mulai dari asisten rumah tangga sampai teman di kantor, semuanya pernah mengalami. Padahal, ada banyak kiat untuk mengelola keuangan keluarga yang mudah dilakukan.

Simak tips mengelola keuangan keluarga selama Lebaran sebagaimana yang dilansir dari duwitmu.com, Rabu (13/6). Bagaimana caranya? Ada empat langkah yang sebaiknya dilakukan sebagai berikut:

1. Menyusun Pengeluaran

Buat daftar semua pengeluaran dengan dana yang dibutuhkan untuk masing – masing pengeluaran tersebut.

Sebisa mungkin, semua pengeluaran dicatat, jangan sampai ada yang kelewat, terutama pengeluaran utama yang menghabiskan biaya besar.

Semakin detil dan komprehensif catatan kita, semakin baik. Jadinya lebih akurat menggambarkan pola pengeluaran.

2. Prioritas Pengeluaran

Tidak semua pengeluaran penting. Ada yang penting tapi banyak pula yang sekunder atau bahkan tersier. Pisahkan yang utama dan penting dengan yang nice to have dan paling mudah dikurangi ketika situasi keuangan menuntut.

Nah, yang paling tahu soal prioritas ini ya kita sendiri. Atau keluarga kita. Jangan sampai menentukan prioritas dipengaruhi atau bahkan di drive oleh orang lain. Itu akan menyulitkan kita nantinya.

Sebaiknya punya alasan yang kuat dalam menentukan prioritas sebuah pengaluran. Sehingga, saat nanti ‘digoyang’ oleh tuntutan situasi, kita cukup kuat mempertahankan prioritas yang sudah dibuat.

3. Anggaran Lebaran

Berdasarkan rencana pengeluaran yang sudah dibuat, kita membandingkan rencana pengeluaran dengan pendapatan. Cukup tidak, pendapatan untuk membiayai rencana pengeluaran yang sudah disusun.

Jika pendapatan cukup, itu sangat menyenangkan. Tidak perlu memangkas apa – apa.

Yang jadi soal, pendapatan seringkali tidak cukup. Rencana pengeluaran biasanya jauh lebih besar dibandingkan pendapatan. Ada gap antara keinginan dan kenyataan. Kalau begitu, perlu memangkas pengeluaran.

Memangkas pengeluaran dilakukan berdasarkan prioritas yang sudah dibuat diawal.

Alhasil, kita sudah membuat anggaran atau rencana pengeluaran yang disesuaikan dengan pendapatan. Diatas kertas, sudah ada rencana anggaran yang secara keuangan sehat (tidak lebih besar pengeluaran dari pendapatan) dan dibuat berdasarkan prioritas yang mencerminkan kepentingan dan urgensi kita.

4. Mengeksekusi Anggaran

Ini yang paling sulit. Ketika Lebaran datang, kita harus memangkas pengeluaran dan disipilin dengan anggaran yang sudah dibuat. Banyak yang gagal disini karena memang tidak mudah mengubah gaya hidup. Ribuan alasan dibuat untuk menjustifikasi pengeluaran yang ada.

Kuncinya apa? Kuncinya terletak di bagaimana kita sepakat dengan prioritas yang sudah dibuat. Makanya, saat menyusun prioritas harus melibatkan anggota keluarga. Sehingga, saat pengeluaran dikurangi, anggota keluarga paham alasannya dan karena itu mensupport.

Banyak yang tidak pernah melakukan exercise ini saat menghadapi Lebaran. Tidak pernah menghitung berapa sebenarnya pengeluaran, tidak tahu bagaimana pola pengeluaran, dan tidak menentukan mana yang penting dan mana yang tidak penting.

Yang terjadi, pokoknya mumpung Lebaran, konsumsi digenjot habis. Ketika kebutuhan datang, semuanya dinikmati dan tidak dipilah dulu mana yang utama dan mana yang sekunder. Akibatnya, sangat wajar, pendapatan menjadi tidak cukup.

Semoga anda bisa mengelola keuangan keluarga dengan lebih baik, salah satunya, dengan melakukan langkah – langkah ini sehingga tidak menghadapi masalah keuangan setelah hari raya berakhir. (Peb)

Berita Terkait

Leave a Reply