SOLOK – Aparatur Sipil Negara (ASN) biasanya menjadi kelompok yang rawan dikerahkan untuk memilih pasangan kepala daerah tertentu. Termasuk dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2015-2020.
Namun, masing-masing tim sukses sudah menyatakan tidak akan mengerahkan ASN untuk mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon). Hal itu diungkapkan saat dialog Forum Editor yang digelar Forum Editor Sumbar (Feds) dengan KPU Sumatera Barat, Rabu (11/11) di gedung Kubuang Nan TigoBaleh di perbatasan Kota dan Kabupaten Solok. Tema dialog membedah visi misi Paslon gubernur dan wakil gubernur kali ini adalah tata kelola pemerintahan yang baik.
Ketua Tim Sukses Paslon nomor urut 1 (Muslim Kasim-Fauzi Bahar), Syamsu Rahim, mengatakan, ia bersama tim suksesnya tidak berniat untuk mengarahkan ASN memenangkan salah satu calon. Mantan birokrat senior ini juga menyatakan, tak ada kepentingan atau iming-iming bagi dirinya untuk menjadi ketua tim sukses.
“Siapapun yang menjadi gubernur nanti adalah gubernur kita bersama. Saya hanya berpikir untuk Sumbar, mencari yang lebih baik,” kata mantan Bupati Solok dan mantan Walikota Solok itu.
Ia juga berpesan agar Paslon yang terpilih bisa menjaga harmonisasi sampai akhir jabatan. Sejak awal berpasangan, maka sampai akhir harus bisa menjaga harmonisasi, katanya.
Sementara, Ketua Tim Sukses Irwan Prayitno-Nasrul Abit, Budi Syukur juga berjanji tak akan mengerahkan ASN. Karena, konsekuensinya sudah ada bagi ASN yang terbukti, juga bagi pasangan calon. Bahkan, meskipun dirnya adalah ketua Organda Sumbar, ia mengaku tak akan mempergunakan posisi tersebut untuk kepentingan tim sukses.
“Kami menjadi tim sukses karena tahu betul kemampuan Irwan Prayitno memimpin Sumbar lima tahun ke belakang. Kita dari tim sukses juga tidak ada janji apa-apa. Kalau terpilih, pasti akan menjalankan hal-hal yang sesuai aturan. Kami hanya menghantarkan beliau untuk lima tahun ke depan. Kalau terpilih, kami hanya akan mengingatkan mana yang perlu didulukan untuk mewujudkan Sumbar sejahtera,” ujarnya.
Akademisi Universitas Andalas yang juga pengamat pemerintahan, Asrinaldi, mengatakan, netralitas ASN masih sulit diwujudkan. Namun, menurutnya, yang perlu diwaspadai itu adalah keterlibatan ASN yang memiliki sumber daya dan bisa mengerahkan anak buahnya. Namun, untuk ASN yang ingin menyumbangkan ilmunya, mungkin perlu dipertimbangkan kembali larangan untuk berpolitik praktis tersebut. Sebagai contoh, guru atau dosen (yang punya ilmu), bisa dilibatkan dalam menyusun visi dan misi sehingga berdampak pada kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Namun, aturan tentang hal itu tentu harus dipertimbangkan oleh pemerintah pusat.
Wartawan senior, Sawir Pribadi, mengatakan, keterlibatan ASN tidak bisa dilepaskan, terutama dilakukan secara terselubung. Karena, setiap tim sukses atau Paslon pastinya memiliki hubungan kekerabatan atau hubungan daerah. Yang penting, katanya, harus dilakukan secara berpandai-pandai. Bila tidak, maka sanksi menunggu bagi ASN tersebut.
Di sisi lain, Komisioner KPU Sumbar, Mufti Syarfie mengaku sosialisasi kepada ASN terkait larangan berpolitik praktis dilakukan melalui organisasi atau kelompok profesinya, seperti Korpri. Dikatakan, ASN merupakan bahagian dari pemilih. Akan tetapi, untuk melakukan sosialisasi langsung kepada ASN agak sulit karena mereka pun khawatir akan diarahkan.
Dialog Forum Editor kali ini merupakan seri ketiga yang dikerjasamakan antara Forum Editor Sumbar (FEds) dengan KPU Sumbar untuk membedah visi misi Calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumbar 2015-2020. Seri pertama diadakan di Bukittinggi dan kedua di auditorium gubernuran. Pada seri ketiga ini diadakan di gedung Kubuang Nan TigoBaleh di perbatasan Kota dan Kabupaten Solok dengan tema tata kelola pemerintahan yang baik. Dalam dialog yang disiarkan RRI Pro1 Padang dan Classy FM serta siaran tunda di Padang TV itu, hadir sejumlah nara sumber seperti mantan Mendagri Gamawan Fauzi, komisioner KPU Sumbar, Wakil Bupati Solok, Elfi Sahlan, akademisi Dr Asrinaldi dan Prof Helmi, ketua tim sukses masing-masing Paslon, pimpinan media massa di Sumbar dan lain-lain. (rin)







