
Makin banyaknya penggunaan pesawat tak berawak atau drone yang bukan milik militer menjadi ancaman bagi keamanan nasional Amerika. Para pejabat keamanan AS bahkan mendesak agar Kongres mengeluarkan peraturan yang memungkinkan para petugas keamanan untuk menarget atau menembak jatuh drone yang mencurigakan.
Menurut pejabat FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Badan Penerbangan Federal, penggunaan drone komersial dan untuk tujuan rekreasi di Amerika terus meningkat. Saat ini lebih dari satu juta drone yang digunakan. Para pejabat itu juga khawatir para penjahat semakin sering menggunakan teknologi itu untuk maksud-maksud jahat.
Angela Stubblefield, wakil administratur badan penerbangan federal atau FAA seperti dilansir dari voaindonesia, Kamis (7/6) mengaku, walaupun teknologi drone memberikan keuntungan besar bagi ekonomi dan masyarakat pada umumnya, tapi teknologi itu bisa disalahgunakan. Karenanya, itu bisa merupakan ancaman keamanan.
Hal yang sama dikatakan Scott Brunner, wakil asisten kepala FBI. Menurutnya, FBI prihatin bahwa penjahat dan teroris bisa memanfaatkan teknologi itu untuk mengancam keamanan rakyat Amerika. Ia bahkan mengklaim kalau beberapa tahun belakangan, kelompok ISIS dan teroris lainnya telah menggunakan drone komersial yang murah harganya untuk, melakukan pengintaian dan penyerangan.
Selain itu, geng-geng penjahat menggunakan drone untuk mengirim narkoba melewati perbatasan Meksiko ke Amerika. Drone juga digunakan untuk menyelundupkan bahan-bahan atau benda-benda terlarang ke penjara, kata mereka.
Selama ini, para petugas keamanan tidak punya hak untuk menarget drone walaupun dicurigai digunakan untuk tujuan jahat. Kini, para pejabat menghendaki Kongres supaya mengeluarkan peraturan yang memungkinkan FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk melumpuhkan, menyita ataupun menghancurkan drone yang mengancam keamanan umum. (rin/*)






