
LAMPUNG – Calon Wakil Gubernur Lampung Ahmad Jajuli mengungkapkan banyaknya warga yang tidak ikut layanan BPJS disebabkan karena terkendala akses transportasi.
Menurutnya, hal tersebut menjadi temuannya saat bersosialisasi dengan warga Lampung selama masa kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur Lampung.
“Itulah persoalannya, bukan warga tidak mau mendaftar, tetapi khusus warga yang tinggal di desa terkendala jauhnya jarak tempuh untuk mendaftar,” tegas politisi PKS tersebut dalam siaran pers yg diterima padangmedia.com, Sabtu (2/6).
Terkait persoalan itu, jika nantinya dipercaya memimpin Lampung, Jajuli memandang perlunya menyiapkan kendaraan mini bus untuk memudahkan pelayanan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) sampai kecamatan-kecamatan se Provinsi Lampung.
“Atas persoalan ini di pemerintahan kami, kami berkomitmen menyiapkan minibus untuk membantu BPJS berkeliling hingga menembus kecamatan bahkan kelurahan guna memudahkan dan mendekatkan layanan pendaftaran kepesertaan BPJS,” papar Jajuli.
Menurut dia, secara umum setidaknya ada 4 persoalan keengganan masyarakat mendaftar kepesertaan BPJS meskipun sesungguhnya memiliki manfaat yang cukup besar .
Keengganan masyarakat Lampung mendaftar BPJS diantarannya keterbatasan anggaran yang tersedia, perasaan ribet mengurus kepesertaan, jauhnya akses pendaftaran BPJS dan juga tersendatnya iuran rutin bagi yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS.
“Semua persoalan itu harus dicarikan jalan keluarnya, tidak bisa didiamkan,” tegasnya.
Jajuli pun menawarkan program Kartu Jaminan 4 (KJ 4) untuk mengatasi persoalan itu. KJ 4 yang meliputi menuntaskan persoalan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan usaha mandiri, akan sangat tepat megatasi persoalan tersebut.
“Nanti KJ 4 bisa direalisasikan untuk itu,” jelasnya. (Peb)






