
PASAMAN – Ratusan masyarakat di Kenagarian Limo Koto, Kabupaten Pasaman mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar dapat menangani abrasi di sepanjang sungai Alahan Panjang di daerah itu.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ari Efendi, saat ini kondisi jalur sungai Alahan Panjang sudah sangat memprihatinkan. Bagian tebing sungai Alahan Panjang tersebut sudah runtuh lebih kurang sepanjang 5 kilometer.
“Kita sudah berkali-kali melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Kabupaten Pasaman. Namun, hingga saat ini belum juga ada penanganan yang serius,” katanya saat kunjungan tim safari ramadhan Provinsi Sumbar di Mesjid At-taqwa, Nagari Limo Koto yang dihadiri langsung oleh Wagub Sumbar, Nasrul Abit, Selasa (29/5) malam.
Ia sangat berharap Pemerintah Provinsi dapat menganggarkan dana untuk menanggulangi abrasi tersebut.
“Kita sudah melakukan koordinasi dengan Pemda Pasaman, tetapi katanya itu wewenang Pemprov Sumbar. Tetapi, apakah ini sudah masuk di tahun anggaran ini atau tidak kami tidak tau. Namun kami sangat berharap ini menjadi perhatian serius, karena sudah sangat meresahkan masyarakat disini. Sebab semakin hari, tebing sungai semakin parah mengalami abrasi,” katanya.
Sementara, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dalam kesempatan tersebut akan segera mengupayakan pembangunan jalur sungai Alahan Panjang yang sudah memprihatinkan tersebut.
“Saya akan cek ke PSDA Sumbar, apakah laporan ini masuk di anggaran tahun 2018 ini. Sebab, kami terakhir melakukan singkronisasi pembangunan provinsi dengan kabupaten/kota pada Januari 2018 lalu. Tetapi kalau tidak, tahun anggaran 2019 nanti ini harus masuk, agar tidak lagi menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.
Dia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah berkomitmen untuk tidak mempersulit segala urusan di Pemprov Sumbar.
“Kami sudah berkomitmen dengan Gubernur untuk tidak ada mempersulit segala urusan administrasi maupun laporan masyarakat. Kami dengan segera menindaklanjutinya, termasuk keluhan masyarakat tentang abrasi jalur sungai Alahan Panjang ini. Pelayanan prima selalu kami kedepankan untuk mempercepat semua persoalan yang ada di Kab/Kota di Sumbar ini,” ucapnya. (riki)






