Wabup Pessel Ajak Warga Implementasikan Nilai Ibadah Puasa
  • Home
  • Berita
  • Wabup Pessel Ajak Warga Implementasikan Nilai Ibadah Puasa

Wabup Pessel Ajak Warga Implementasikan Nilai Ibadah Puasa

Wabup Pessel Rusma Yul Anwar menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Jami Taqwa disaksikan Walinagari Koto Mudiak Syafran Tamsa. (mario)

PAINAN – Bertatap muka dengan warga di Nagari IV Koto Mudiak Kecamatan Batangkapas, Wakil Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar mengajak agar nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa diimplementasikan dalam kehidupan. Kesederhanaan, saling menghormati dan saling berbagi merupakan sebagian kecil dari hikmah ibadah puasa.

Ajakan itu disampaikan saat Rusma Yul Anwar mengunjungi Masjid Jami Taqwa Lubuk Nyiur Nagari IV Koto Mudiak, Rabu (23/5) malam. Kunjungan tersebut merupakan Safari Ramadhan khusus Rusma Yul Anwar yang tahun ini mengagendakan kunjungan ke 12 masjid di daerahnya.

“Ibadah puasa memiliki makna yang besar, sangat bermanfaat bila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kesederhanaan, saling menghormati, saling berbagi, merupakan sebagian kecil nilai ibadah yang bisa kita petik dari berpuasa,” ujarnya.

Rusma Yul Anwar juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kerukunan, keamanan dan ketenteraman lingkungan. Orangtua dan ninik mamak agar melakukan pengawasan terhadap anak kemenakan supaya tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan penyakit masyarakat lainnya.

Rusma Yul Anwar dalam kesempatan itu menyerahkan bantuan Pemerintah kabupaten Pesisir Selatan sebesar Rp7,5 juta. Bantuan tersebut untuk kebutuhan kelanjutan pembangunan masjid.

Walinagari IV Koto Mudiak Syafran Tamsa menyampaikan terimakasih atas kedatangan Wakil Bupati ke daerahnya. Sekaligus ucapan terimakasih atas bantuan dukungan pembangunan masjid.

Dalam kesempatan itu Syafran juga mengungkapkan beberapa harapan kepada pemerintah kabupaten Pesisir Selatan melalui Wakil Bupati dan rombongan. Nagari IV Koto Mudiak membutuhkan perhatian dalam pembangunan sarana prasarana infrastruktur. Kebutuhan yang sangat mendesak adalah pengamanan sungai dan pembangunan jaringan irigasi.

“Wilayah Koto Mudiak masih dihantui persoalan banjir. Sebagian besar masyarakat hidup sebagai petani. Tentunya ini sangat membutuhkan perhatian seperti penanganan sungai, pembangunan jaringan irigasi dan infrastruktur lainnya,” katanya.

Dia berharap, kedatangan wakil bupati dan rombongan ke daerahnya dapat membawa harapan masyarakat tersebut untuk dimasukkan ke dalam program pembangunan daerah. Potensi pertanian di daerahnya sangat besar, tentunya akan mendatangkan hasil maksimal apa bila didukung oleh infrastruktur yang memadai. (fdc)

Berita Terkait

Leave a Reply