AGAM – Kondisi udara di Lubuk Basung, Agam, sudah mulai membaik. Asap kiriman dari berbagai daerah di Sumatera itu boleh dikatakan tidak ada lagi dikarenakan hujan beberapa hari ini mengguyur Lubuk Basung dan sekitarnya, bahkan tidak terlihat lagi Masyarakat Lubuk Basung yang menggunakan masker saat di luar rumah.
Salah seorang masyarakat Lubuk Basung, Saparudin, senin (9/11) mengaku cukup senang, hujan yang terus turun beberapa hari belakangan membuat udara kembali membaik. Kabut asap yang sebelumnya menyelimuti sudah tidak dirasakan. Ia berharap kondisi akan terus semakin baik beberapa hari mendatang.
Dikatakan Saparudin, ia bersama warga lain, sangat berharap kepada pemerintah dapat segera menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan yang masih tersisa di beberapa daerah Sumatera agar kualitas udara yang telah normal di daerah tersebut dapat dipertahankan.
Kabut asap yang terjadi beberapa bulan merupakan teguran dari tuhan agar pemerintah, maupun masyarakat bisa sama-sama menjaga negeri ini.
“Beberapa hari kebelakang memang hujan turun secara terus menerus. Tatkala panas, tidak ada lagi kabut asap yang mengganggu pernapasan masyarakat. Udara kembali segar. Kami berharap kabut asap tidak kembali datang. Itu semua tentu harus diikuti oleh keseriusan pemerintah, tidak lagi membiarkan pembakaran hutan sembarangan,” katanya.
Sementara itu Kepala Seksi Meteorologi BMKG GAW Koto Tabang, Minggu (8/11) membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Perubahan kualitas udara yang kembali normal di daerah tersebut disebabkan turunnya hujan secara merata di wilayah Sumbar dalam beberapa hari terakhir. Kualitas udara telah kembali normal berdasarkan pantauan konsentrasi PM10 dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sudah berkategori baik.
“Pantauan PM10 menunjukkan angka 46 ug/m3 pada Selasa(3/11), 29 ug/m3 pada Rabu (4/11), 21 ug/m3 pada Kamis (5/11), pantauan terakhir pada Minggu (8/11) pukul 06.00 ialah 29 ug/m3 dan seluruhnya masuk kategori baik,” jelasnya. (fajar)






