BI Sumbar Siapkan Rp3,8 Triliun Untuk Kebutuhan Puasa dan Lebaran
  • Home
  • Berita
  • BI Sumbar Siapkan Rp3,8 Triliun Untuk Kebutuhan Puasa dan Lebaran

BI Sumbar Siapkan Rp3,8 Triliun Untuk Kebutuhan Puasa dan Lebaran

PADANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah Sumatera Barat menyediakan Rp3,8 triliun uang kartal untuk kebutuhan bulan puasa dan lebaran tahun 2018. Persediaan ini meningkat sekitar 11 persen dari tahun sebelumnya, Rp3,4 triliun.

“Untuk kebutuhan puasa dan lebaran ini, BI Sumatera Barat menyediakan uang kartal sebesar Rp3,8 triliun, meningkat sekitar 11 persen dari tahun lalu,” kata Kepala Perwakilan BI wilayah Sumatera Barat, Endy Dwi Tjahjono, Selasa (15/5).

Kenaikan tersebut, terangnya, disebabkan oleh bertambahnya jumlah bank yang dapat melakukan penarikan di Bank Indonesia. Tahun ini, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dapat melakukan penarikan di BI, sedangkan tahun lalu hanya di bank umum mitra.

Untuk memenuhi kebutuhan Uang Pecahan Kecil (UPK) baru, BI Sumatera Barat akan melayani penukaran untuk masyarakat umum mulai tanggal 21 Mei sampai tanggal 7 Juni 2018. Penukaran bisa dilakukan setiap hari Senin sampai Kamis mulai pukul 08.30 hingga pukul 13.00 Wib.

“Penukaran sementara hanya melayani untuk penukaran uang kecil bekerjasama dengan beberapa bank mitra. Penukaran uang lusuh dan uang rusak baru dibuka kembali setelah lebaran,” ujarnya.

Sementara untuk penukaran uang kecil ke uang pecahan besar (UPB), masyarakat akan diarahkan ke bank-bank umum. Penukaran di kantor Bank Indonesia hanya untuk melayani penukaran uang besar ke uang kecil. Penukaran dilakukan untuk pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu dengan uang pecahan Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu atau Rp1 ribu.

Selain di kantor BI perwakilan Sumatera Barat, pihaknya juga akan melakukan pelayanan penukaran uang keliling. Pelayanan keliling akan dilaksanakan antara lain di Bukittinggi, Payakumbuh, Kota Pariaman dan Kota Solok.

Endy mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penukaran di pinggir jalan. Selain merugikan karena jumlah yang tidak sesuai, tingkat keamanan juga tidak terjamin. Disamping itu, rentan terhadap indikasi peredaran uang palsu. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply