Leonardy: Giatkan Fungsi Niniak Mamak untuk Tolak Radikalisme
  • Home
  • Berita
  • Leonardy: Giatkan Fungsi Niniak Mamak untuk Tolak Radikalisme

Leonardy: Giatkan Fungsi Niniak Mamak untuk Tolak Radikalisme

Leonardy Harmainy. (ist)

PADANG – Anggota Komite IV DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa menyatakan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban insiden ledakan bom di Mako Brimob, sejumlah rumah ibadah umat kristiani di Surabaya dan Mapolrestabes Surabaya. Ia berharap kejadian seperti itu tak terulang lagi di masa datang.

Terkait penolakan warga Sarik Malai Limo Suku Koto Timur Kabupaten Padang Pariaman yang menolak jenazah salah satu pelaku teror, Beny Syamsu alias Sutrisno, Leonardy mengatakan, sikap walinagari dan warga Sarik Malai tidak bisa disalahkan. Pasalnya, sejak lama sudah ada penegasan bahwa orang Minang adalah Islam dan orang Islam itu cinta damai. Harus berupaya menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamiin).

Adapun hukum bagi mereka yang keluar dari ajaran Islam haruslah dibuang sepanjang adat. Dia tidak diakui lagi sebagai orang minang (minimal bukan bagian dari orang kampungnya). Tidak ada haknya terhadap rumah gadang, sawah dan ladang serta pandam pekuburan.

Mantan Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009 mengungkapkan, dia mengeluarkan pernyataan perlu meningkatkan peran ninik mamak, bukan berarti peran mereka sudah kurang. Sama sekali tidak.

Dalam berbagai pertemuannya dengan Walinagari, Bamus/BPRN/BMN, KAN dan LKAAM di sejumlah daerah yang dikunjunginya, Leonardy sering menegaskan ninik mamak telah berupaya melaksanakan perannya dengan sebaik mungkin. Hanya saja, pengaruh negatif dari ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan informasi yang pesat ditambah gempuran narkotika dan obat-obatan berbahaya untuk menghancurkan generasi muda sangat dahsyat. Belum lagi paham radikal yang perkembangannya sangat cepat.

“Perlu kita cermati, kondisi kekinian memerlukan ninik mamak yang peduli terhadap pendidikan dan akhlak anak dan kemenakannya.Upaya dan peran mereka harus didukung. Harus dipikirkan bagaimana  para ninik mamak ini dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Termasuk pendanaan buat kegiatan dan aktifitas mereka baik perseorangan maupun kelembagaan,” ungkap Ketua KAN Koto Gadang itu.

Tolak Radikalisme

Sebagai anggota DPD yang bertugas memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat, Leonardy setuju elemen-elemen di masyarakat harus bersatu untuk mempertahankan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika (empat pilar kebangsaan).

Leo setuju dengan kelompok masyarakat yang menolak radikalisme, menentang peledakan fasilitas umum dan tempat ibadah. Bukan hanya itu, anak bangsa diharapkannya melawan segala macam bentuk teror yang diarahkan untuk melemahkan negara kita. Dia pun mengajak untuk tidak takut dan mendesak negara untuk memikirkan keamanan dan kebebasan warga negaranya dari ancaman teror.

“Pelakunya apalagi otak di belakangnya harus diusut tuntas. Kita harus menyatakan ‘kami tidak takut’. Kita tidak boleh kalah dengan pelaku teror,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Leave a Reply