Ini Konsep Pengembangan Pariwisata Ala Cawagub FB dan NA
  • Home
  • Berita
  • Ini Konsep Pengembangan Pariwisata Ala Cawagub FB dan NA

Ini Konsep Pengembangan Pariwisata Ala Cawagub FB dan NA

PADANG – Wilayah Sumatera Barat dianugerahi dengan alam yang sangat indah oleh Tuhan. Oleh karena itu, pariwisata menjadi investasi yang potensial untuk dikembangkan. Calon Wakil Gubernur (Cawagub) nomor urut 1 Fauzi Bahar dan Cawagub nomor urut 2 Nasrul Abit punya konsep sendiri-sendiri dalam pengembangan pariwisata jika terpilih dalam Pilkada Desember 2015 nanti.

Fauzi Bahar dalam paparannya di Dialog Foum Editor membedah visi misi calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumbar 2015-2020 yang diadakan Forum Editor Sumbar bekerja sama dengan KPU Sumbar, Rabu (4/11) di auditorium gubernuran, mengatakan, dalam mengembangkan investasi bidang pariwisata, kita harus berani (melakukan gebrakan). Selain itu, perlu duduk semeja (musyawarah) dengan masyarakat terkait rencana pengembangan pariwisata yang akan dilakukan.

Dari pengalamannya saat menjadi Walikota Padang, banyak tantangan dalam mengembangkan investasi. Semisal saat mengundang investor Lippo Group, ia mendapat kecaman dan didemo karena dicurigai adanya isu kristenisasi.

“Padahal, dengan kondisi pasca gempa, sulit mendatangkan investor ke Padang. Selain itu, dengan adanya investasi itu, 30 ribu tenaga kerja warga Padang akan terserap. Perlu duduk bersama dengan masyarakat memang untuk membicarakan investasi,” ujarnya.

Investasi pariwisata lainnya yang potensial, kata Fauzi Bahar, adalah reklamasi Pantai Padang yang dikemas dalam bentuk Padang Bay City. Keberadaan Padang Bay City juga akan menjadi proteksi bagi masyarakat pinggir pantai dan sekitarnya dari ancaman tsunami.

Sementara, Cawagub Nasrul Abit, yang telah berpengalaman dalam mengembangkan sejumlah objek wisata pantai di Pesisir Selatan saat menjadi Bupati Pessel dua periode menyatakan, ada tiga poin dalam mengembangkan investasi. Yaitu, kemauan pemerintah, regulasi serta dukungan masyarakat, setelah itu baru dukungan infrastruktur.

Selain itu, dalam pengembangan sebuah objek wisata, harus dilakukan visioner secara terpadu. “Seperti kami mengembangkan Mandeh di Pessel. Mandeh tidak hanya milik Pessel saja. Karena itu, dibangun dilakukan konektifitas seperti jalan tembus ke Solok, Singkarak, Bukittinggi, Harau,” ujarnya.

Objek wisata juga harus didukung oleh akomodasi seperti hotel berbintang dan homestay-homestay. Untuk Mandeh, katanya, konsepnya adalah untuk masyarakat dan dengan pemberdayaan masyarakat di nagari sekitar, termasuk Sungai Nyalo. Oleh karena itu, tak lama lagi masyarakat sekitar akan membuat homestay-homestay untuk mendukung pariwisata Mandeh.

Bicara pariwisata Sumbar secara umum, Nasrul Abit menekankan pentingnya kemauan pemerintah daerah masing-masing. Jika mau, maka Provinsi harus mendorong dengan regulasi dan anggaran. Di samping itu, untuk menghindari kesan premanisme dalam tarif parkir dan makanan, perlu standar pasti terkait tarif dengan melibatkan masyarakat, pengusaha serta polisi dan Pol PP.

Acara Dialog Forum Editor kali ini merupakan seri kedua untuk edisi khusus Pilkada kerja sama Feds dengan KPU Sumbar. Seri pertama dilakukan pekan lalu di Hotel Rocky Bukittinggi dengan tema ekonomi kerakyatan. Sementara, seri kedua ini dengan tema Ekonomi dan Kebencanaan. Dialog tersebut disiarkan langsung oleh RRI pro 1 Fm Padang, Classy FM, dan disiarkan tunda oleh Padang TV serta didukung sejumlah anggota Feds seperti www.padangmedia.com, Harian Singgalang, Haluan, Metro Andalas, Padang Ekspres sumbarsatu.com dan lain-lain. (rin)

Berita Terkait

Leave a Reply