
PADANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat mengaku telah berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura II terkait pelaksanaan event melepas layangan pada saat sosialisasi pemilihan umum (pemilu) besok (Sabtu, 21/4).
Ketua KPU Provinsi Sumatera Barat Amnasmen memastikan, event melepas layangan dalam sosialisasi pemilu yang dikemas dalam kegiatan seni dan budaya itu tidak mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak otoritas Bandara dan memastikan event melepas layangan ini tidak mengganggu lalu lintas penerbangan,” kata Amnasmen saat konferensi pers, Jumat (20/4).
Dia menerangkan, KPU Sumatera Barat sudah menyampaikan surat secara resmi kepada otoritas Bandara terkait kegiatan itu. Disamping menyampaikan surat, Amnasmen juga sudah melakukan komunikasi lewat telepon dengan pihak Angkasa Pura untuk menjelaskan kegiatan tersebut.
“Baik melalui surat resmi maupun melalui pembicaraan telepon, kami sudah membicarakan hal itu dengan pihak otoritas bandara,” ujarnya.
Amnasmen menambahkan, layangan tersebut dilepas selama lebih kurang 15 menit dengan ketinggian maksimal 100 meter. Dia bahkan menyatakan juga mengundang pihak otoritas BIM untuk menyaksikan kegiatan itu.
“Pihak otoritas bandara kami undang untuk hadir menyaksikan kegiatan ini,” katanya.
Melepas layangan merupakan salah satu dari beberapa event yang akan digelar KPU Provinsi Sumatera Barat dalam rangka sosialisasi bertepatan dengan satu tahun menjelang pemilu 2019. Kegiatan itu akan dilaksanakan di lokasi wisata Muaro Lasak Pantai Padang pada Sabtu (21/4) sekitar pukul 14.00 Wib.
Amnasmen menegaskan, melepas layangan tersebut tidak seperti acara lomba atau kontes layangan. Hanya akan ada sekitar 16 hingga 18 layangan yang akan dinaikkan ke angkasa. Layangan tersebut merupakan milik KPU Sumatera Barat, KPU Kota Padang serta masing-masing satu layangan untuk setiap partai politik peserta pemilu 2019.
“Ketinggian layangan berkisar antara 50 sampai 100 meter, tidak boleh lebih dari itu. Tidak seperti di festival atau kontes layangan. Waktunya juga paling lama hanya sekitar 15 menit ,” tambahnya.
KPU Provinsi Sumatera Barat menggelar sosialisasi pemilu tepat satu tahun menjelang pesta akbar demokrasi Indonesia, 17 April 2019 mendatang. Sosialisasi dilakukan dengan menampilkan kesenian dan budaya tradisional yang diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat.
Komisioner KPU Provinsi Sumatera Barat Nova Indra dalam konferensi pers itu memaparkan, dipilihnya tanggal 21 April sebagai waktu pelaksanaan sosialisasi sekaligus untuk memperingati Hari Kartini.
“Dengan pelaksanaan kegiatan yang dikaitkan dengan peringatan Hari Kartini kami harapkan dapat memacu peningkatan peran kaum perempuan dalam pemilihan,” katanya.
Selain melepas layangan, kegiatan itu juga akan disemarakkan dengan pawai kendaraan hias dari seluruh parpol peserta pemilu. Pawai tersebut menurut Nova untuk memberi kesempatan kepada kontestan pemilu 2019 dalam memperkenalkan parpol mereka masing-masing kepada masyarakat. (feb)






