

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan upaya untuk mengusulkan Rohana Kuddus sebagai pahlawan nasional. Organisasi Rohana Kuddus bersama Pemprov Sumbar dan Agam merancang seminar nasional sebagai upaya untuk mendukung Rohana Kuddus menjadi pahlawan nasional, dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu pejabat Kementerian Sosial Afni, Ketua LIPI Prof Taufik Abdullah, dan dosen FIB Unand Yenni PHd.
“Rohana Kuddus adalah seorang wanita tangguh yang telah banyak berbuat untuk kaum wanita. Tulisannya senantiasa mengangkat derjat kaumnya supaya bisa menjalankan peran, kodrat dan fungsinya sebagai kaum perempuan,” jelas Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat, Nevi Irwan Prayitno saat menghadiri seminar nasional gelar pahlawan nasional untuk Rohana Kuddus di auditorium Gubernuran, Rabu (28/3).
Seminar dibuka oleh Sekda Provinsi Sumatera Barat Ali Asmar dan dihadiri Kasubdit Penghargaan dan kesejahteraan keluarga pahlawan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Afni, SH Msi, Bupati Agam Indra Catri beserta istri, Ketua BKOW Provinsi Sumatera Barat Ny. Wartawati Nasrul Abit, SKPD terkait, penulis buku biografi Rohana Kuddus Prof Mestika Zed dan beberapa organisasi wanita lainnya.
Buku biografi Rohana Kudus telah selesai disusun dari berbagai sumber oleh sejarawan Sumbar Prof Mestika Zed. Nama Rohana Kudus juga juga sudah diabadikan menjadi nama jalan pada beberapa daerah di Sumbar serta menjadi sebuah nama gedung pertemuan.

Ny. Nevi berharap, dengan adanya seminar dapat melengkapi buku biografi sehingga menjadi biografi yang utuh sehingga dapat melengkapi syarat agar terwujudnya harapan bersama.
Sementara, Sekda Provinsi Sumatera Barat Ali Asmar menyadari, banyak tokoh yang mempunyai peran penting dalam merintis kemerdekaan Republik Indonesia. Setidaknya, 14 pahlawan nasional berasal dari Sumatera Barat.
Ali Asmar mengapresiasi organisasi Rohana Kuddus dan pemerintah daerah Kabupaten Agam yang telah menginisiasi dan berusaha merealisasikan gagasan untuk mengusulkan Rohana Kuddus sebagai Pahlawan Nasional asal Sumatera Barat.
“Pengusulan ini penting mengingat Rohana Kuddus perempuan multitalenta dan pahlawan emansipasi wanita yang lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat, seorang pendiri sekolah khusus perempuan ‘Amai Setia’ dan penulis, wirausaha serta pemimpin redaksi, serta mendapat penghargaan sebagai wartawati perempuan pertama Indonesia,” jelasnya.
Atas dasar perjuangan dan pengorbanan beliau, Rohana Kuddus layak diberi anugerah sebagai pahlawan nasional. Ia berharap pengusulan gelar pahlawan nasional dapat berjalan lancar dan hasil seminar bisa melahirkan catatan sejarah tentang kisah Rohana Kuddus.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Hanya saja, banyak orang yang berjasa bagi bangsa dan negara, tapi belum mendapat gelar pahlawan. Salah satunya Rohana Kuddus,” jelas Bupati Kabupaten Agam.
Rohana Kuddus sangat mementingkan pendidikan dan perempuan, karena baginya perempuan membutuhkan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Dengan tekad itulah, Rohana Kuddus mendirikan sekolah keterampilan Amai Setia pada tahun 1911. Di sekolah itu, para perempuan diberikan pengetahuan membaca, menulis, menjahit dan menyulam serta ilmu pengetahuan umum dan agama islam. Itulah bentuk perjuangan Rohana Kuddus dalam bidang pendidikan bagi perempuan dan perjuangan dalam emansipasi perempuan yang tidak menuntut persamaan hak, namun pengukuhan peran, fungsi dan kodratnya. (rin/*)







