
TUAPEIJAT – Dari 19 kota/kabupaten Provinsi Sumatera Barat, Mentawai menjadi satu-satunya daerah yang belum bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sama sekali. Kabupaten Kepulauan Mentawai masih memakai sistem manual, karena sampai saat ini fasilitas belum ada.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Mentawai, Qamaisir menyebutkan, penyelenggaraan UNBK di Mentawai akan diusahakan pada tahun 2021 bisa terlaksana. Tujuannya, bagaimana meningkatkan mutu pelayanan pendidikan serta meningkatkan kapasitas siswa menguasai IT.
“Saat ini, kami masih berkoordinasi dengan instansi lain dan juga dibutuhkan dukungan dari Dinas Kominfo demi kemajuan pendidikan di Bumi Sikerei dalam mendirikan jaringan internet untuk UNBK,” ucap Qamaisir kepada padangmedia.com, Senin (19/3).
Dikatakan, persiapan 2021 dalam menghadapi UNBK, setiap sekolah sudah mempunyai mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK). Namun, fasiltas seperti komputer belum semua sekolah memiliki serta perangkat untuk kebutuhan UNBK. Selain itu, jaringan internet juga belum ada.
Sebelumnya sudah pernah dilakukan uji coba memakai jaringan Wifi besar di Dinas Pendidikan Mentawai pada pelaksanaan kompetensi guru, namun tidak juga bisa maksimal. Jadi, harus memakai perangkat khusus untuk memaksimalkan fasilitas UNBK di Mentawai nantinya.
Diakuinya, saat ini belum dibuat perencanaan pembuatan jaringan UNBK. Tahun ini akan diusulkan anggarannya dengan manargetkan empat titik sekolah yang ada di Kepulauan Mentawai, seperti Tuapeijat, Sikakap, Siberut Selatan dan Siberut Utara.
Empat pulau induk itu akan dijadikan tempat percontohan kalau sudah sukses. Nantinya, sekolah-sekolah lain bisa menumpang ke sana untuk melaksanakan UNBK. Melihat jadwal yang dibuat Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, satu sekolah bisa tiga kali melaksanakan UNBK, sebut Qamaisir.
Diharapkan melalui Dinas Kominfo Mentawai bisa mengadakan jaringan dan Dinas Pedidikan mengadakan perangkat, sehingga ada kerjasama untuk menyikapi kebutuhan pendidikan berbasis komputer ke depan. Minimal bisa mengimbangi sekolah-sekolah yang berada di kabupaten lain, ujarnya. (ers)






