
PADANGPANJANG – ‘Tukarkan Sampah dengan Sembako’ yang digelar Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Padangpanjang membuat ratusan masyarakat dan pelajar berbondong-bondong membawa sampah yang telah mereka pilah ke halaman Kompi Markas Secata B, Rabu (14/3).
Masyarakat membawa sampah dengan kategori anorganik yang telah dipilah seperti, kertas, kardus, kaleng dan lainnya. Hingga pukul 13.00 WIB, berdasarkan data yang masuk, sampah telah terkumpul sebanyak 3,262 ton.
Kepala Dinas Perkim LH, Wita Desi Susanti ST saat dikonfirmasi padangmedia.com mengatakan, jumlah sampah yang didapat tahun ini melebihi jumlah sampah tahun lalu, yang hanya terkumpul lebih kurang 2,6 ton. Tahun lalu, masyarakat juga memberikan sampah yang tidak dipilah sesuai peruntukan. Akibatnya, hampir 400 kg sampah tidak bisa diolah atau tidak bisa digunakan kembali dan telah menjadi residu.
“Pada tahun ini, tingkat kesadaran masyarakat mulai tumbuh dengan membiasakan memilah sampah sesuai peruntukan. Masyarakat sudah mengerti bahwa sampah juga bernilai ekonomis. Kita dari Perkim LH akan terus berupaya mensosialisasikan kemasyarakat bahwa sampah juga mempunyai nilai jual. Buktinya, masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan sampah yang mereka berikan,” ungkap Wita dengan semangat.
Wita mengatakan, untuk Kota Padangpanjang saat ini baru memilik 7 bank sampah. Direncanakan, Dinas Perkim LH akan menambah bank sampah di Kecamatan Padangpanjang Barat dan Padangpanjang Timur serta menargetkan dalam waktu 2 hingga 3 tahun ke depan satu kelurahan akan memiliki satu bank sampah.
“Dengan hal tersebut, masyarakat Kota Padangpanjang dapat mendukung program Pemko dalam mewujudkan Kota Padangpanjang yang bersih dan hijau serta meningkatkan kepedulian dan berperan aktif mengelola sampah untuk mewujudkan Indonesia bersih sampah 2020,” papar Wita.
Senada dengan itu, Pjs Walikota Padangpanjang, Irwan S.Sos MM diwakili Plt. Asisten I Setdako Sonny Budaya Putra yang turut hadir mengatakan, dengan kondisi persampahan di Kota Padangpanjang saat ini, ia menilai pentingnya bank sampah dalam mendaur ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat. Meskipun bank sampah yang ada saat ini di Padangpanjang jumlahnya tidak bertambah, keberadaannya perlu diapresiasi. Termasuk masyarakat yang memanfaatkan bank sampah tersebut.
“Kita berharap dengan momen HPSN ini menjadi tonggak awal bagi kita semua untuk mengolah sampah. Bank sampah adalah solusi efektif dalam menangani permasalahan persampahan di Kota Padangpanjang,” kata Sonny Budaya Putra.
Puncak HPSN tukar sampah dengan sembako di Kota Padangpanjang juga dimeriahkan dengan bagi-bagi doorprize untuk pengumpul sampah terbanyak serta undian kupon bagi pengumpul sampah yang sudah dipilah. (de)






