PADANG- Melalui materi Dress For Succses, Miss Hijab Ina Binandari berbagi pengetahuan kepada mahasiswa Universitas Andalas, Minggu (1/11).
Ina hadir di Unand untuk mengisi talkshow nasional yang diselenggarakan Kopma Unand bekerjasama dengan produsen hijab Dauki dan Elzatta. Dalam talkshow tersebut, Ina mengungkapkan 55 persen orang akan mendapatkan kesan pertama dari orang lain melalui penampilan.
Kepada mahasiswa, ia menganjurkan agar mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Hal pertama yang harus diingat adalah bagaimana cara berpakaian.
” Penampilan adalah hal utama yang harus diperhatikan jika ingin sukses mendapatkan suatu pekerjaan,” katanya.
Kuncinya, kata Ina, bagaimana memberikan kesan pertama yang baik kepada orang lain melalui penampilan. Ini sangat penting diperhatikan karena ketika wawancara pertama saat melamar pekerjaan di suatu perusahaan haruslah berpenampilan yang membuat orang lain terkesan.
Ia mengungkapkan beberapa tips memilih-milih pakaian, mulai dari model sampai kepada warna dan penggunaan aksesoris sebagai kombinasi pemanis. Ia juga mengingatkan agar pakaian yang dikenakan ketika akan melamar pekerjaan disesuaikan dengan pekerjaan yang akan dilamar.
” Misalnya untuk pekerjaan kantoran harus mengenakan pakaian yang formil sementara untuk pekerjaan kreatif mungkin bisa sedikit lebih santai dan kasual yang penting rapi,” ujarnya.
Merangkai penyampaian materinya dalam talkshow tersebut, Miss Hijab juga memperagakan beberapa teknik pemasangan hijab yang simple namun tetap modis.
Membuka talkshow, pembina Kopma Unand Jhon Farlis mengungkapkan, kegiatan ini dirasakan akan sangat bermanfaat terutama bagi mahasiswi. Hadirnya Miss Hijab Ina Binandari dan Elzatta di kampus Unand diharapkan dapat menularkan pengetahuan seputar hijab dan berpakaian serta menularkan berbagai pengetahuan lainnya kepada mahasiswa.
Ia mengungkapkan, dari sekitar 24 ribuan mahasiswa di Unand, 60 persen adalah perempuan. Dari jumlah itu, sebanyak 90 persen mahasiswi Unand mengenakan hijab atau jilbab.
Dari sisi peluang usaha, ia melihat potensi tersebut sangat prospektif bagi Elzatta dalam memasarkan hijab buatannya. Elzatta bisa bekerjasama dengan Kopma Unand dalam rangka menggarap pasar potensial ini. (feb)






