
PASAMAN – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman melakukan gotong royong bersama di kawasan Kota Lubuk Sikaping dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018. Goro serentak itu dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, para staf ahli, asisten dan masing-masing Kepala OPD serta camat dan walinagari di Lubuksikaping.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DLHPRKP) Kabupaten Pasaman, Silvia Evayanti mengatakan, kegiatan goro serentak itu dalam rangka memperingati hari peduli sampah nasional 2018 dan pelaksanaan tiga bulan bersih sampah (TBBS) yang dimulai sejak 21 Januari sampai 21 April 2018.
“Kegiatan HPSN kali ini mengusung tema, Sayangi bumi, bersihkan dari sampah. Kegiatannya membersihkan 12 lokasi bebas dari sampah. Kita menurunkan seluruh ASN, baik dari OPD, camat, sekolah, walinagari hingga pimpinan BUMD,” katanya, Kamis (22/2).
Menurutnya, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta instansi lainnya diberi tugas untuk membersihkan ke-12 lokasi yang sudah menjadi tanggungjawabnya agar bersih dari sampah.
“12 lokasi itu mulai dari Pasar Lubuksikaping, pertokoan pasar lama, pertokoan depan Bank Nagari, taman kota, terminal Lubuksikaping, Batang Panapa, Batang Paninggalan, Batang Mauh, shelter, sepanjang Jalan A Yani dan Jalan Diponegoro,” kata Eva.
Sementara, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis mengajak seluruh masyarakat untuk mengurangi produksi sampah. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk bersama-sama melakukan pengurangan dan penanganan sampah guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Kita mengenalkan dan mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap sampah. Salah satunya dengan mengumpulkan sampah di sepanjang jalan dan sejumlah lokasi yang kumuh dan banyak sampah,” katanya.
Bupati menambahkan, peringatan HPSN tersebut menjadi momentum untuk menjaga bumi tetap bersih dan bebas dari sampah. Ia juga menegaskan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, masyarakat wajib menjadikan sampah sebagai musuh bersama. Selain sebagai material sisa yang tidak dibutuhkan dan cenderung merusak lingkungan, sampah juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan.
“Sampah-sampah yang berserakan dapat mengundang pertumbuhan organisme yang membahayakan, baik di udara, tanah, maupun air. Hal itu memberikan sejumlah dampak negatif. Seperti munculnya penyakit diare, kolera, dan tifus yang bisa menyebar dengan cepat,” katanya.
Sampah yang dibuang begitu saja juga dapat mempercepat pemanasan global. Selain itu, sampah yang dibuang sembarangan khususnya ke sungai atau aliran air lainnya juga merusak lingkungan karena akan menumpuk sehingga menyumbat aliran air. Akibatnya, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akan meluap dan menyebabkan banjir.
“Oleh karena itu, mari kita jaga agar lingkungan kita tetap asri, sehat dan nyaman,” imbuhnya.
Hari peduli sampah nasional dijadikan momentum untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle) dalam pengelolaan sampah. Pemerintah sendiri telah menargetkan Indonesia akan bebas sampah pada tahun 2020. (riki)






