Leonardy Dorong Peningkatan SDM Perangkat Nagari
  • Home
  • Berita
  • Leonardy Dorong Peningkatan SDM Perangkat Nagari

Leonardy Dorong Peningkatan SDM Perangkat Nagari

Anggota DPD RI Leonardy Harmainy saat rapat dengar pendapat di kantor bupati Solok. (zul)

PADANG – Inovasi dan kreativitas perangkat nagari sangat dibutuhkan agar nagari bisa berkembang dengan lebih baik. Inovasi dan kreativitas hanya mampu dilakukan oleh perangkat yang bagus sumber daya manusianya (SDM).
Karena itu, pengetahuan (intelektualitas) perlu menjadi perhatian perangkat nagari dan Badan Musyawarah Nagari (BMN) dalam menyusun anggaran pendapatan dan belanja nagari (APBNagari). Peningkatan kapasitas perangkat perlu mendapat prioritas.

Hal itu dikatakan Anggota DPD RI, H.Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, Jumat (9/2) saat rapat dengar pendapat di ruang Pelangi Kantor Bupati Solok. Berbagai usulan dan tanggapan positif diberikan pengurus 74 BMN yang tergabung dalam Forum Komunikasi Badan Musyawarah Nagari (FKBMN) Kabupaten Solok pada acara yang juga menghadirkan Bupati Solok Gusmal Dt. Rajo Lelo dan Rektor UNU Sumbar Dr. Rudi Kusuma.

“Sumber daya manusia perangkat nagari yang handal berakibat pada perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan/pertanggungjawabannya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) bakal mempercepat prosesnya,” ujar Leonardy.

Leonardy menyebutkan, dana desa bukan hanya untuk pembangunan fisik semata. Dana desa digunakan untuk program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, program dan kegiatan pembangunan lintas bidang, pembangunan sarana olahraga, menginisiasi pembentukan badan usaha milik desa/nagari (Bumdes/Bumnag).

Rapat dengar pendapat, kata Leonardy, menjadi tugas Anggota MPR untuk berada di tengah masyarakat. Mereka harus mendengarkan pendapat rakyat, menyampaikannya di rapat MPR dan memperjuangkannya.

Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo juga menyatakan manfaat peningkatan SDM ini. Dikatakan, Solok bisa menyelesaikan APBNagari paling cepat karena ada SDM yang membantunya, kecuali beberapa nagari.

Perlahan tapi pasti, kekurangan diperbaiki melalui peningkatan kapasitas perangkat nagari dan BMN. Bahkan, dalam perda pun ada aturan yang mengharuskan walinagari memilih perangkatnya termasuk walijorong dengan memperhatikan pendidikannya

“Jangan lebih memilih orang-orang yang bisa diurus. Pilih yang intektual dan spiritualnya bagus,” tegasnya.

Ketua pelaksana, Rusli Intan Sati menyebutkan, perhatian pemerintah kabupaten sudah bagus. Ada kegiatan peningkatan kapasitas terhadap mereka. Hanya saja porsinya perlu ditambah.

“Kini tunjangan Ketua BMN atau di daerah lain disebut Bamus sudah Rp1.200.000. Ini berkat perhatian Pak Bupati dan jajarannya,” pungkasnya. (rin/rel)

Berita Terkait

Leave a Reply