
MENTAWAI – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Forkopimda dan tokoh agama menggelar dialog terkait adanya isu SARA yang beredar di beberapa tempat di Tuapeijat Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Dilaog dihadiri Bupati Mentawai, Wakil Bupati Mentawai, Dandim 0319 Mentawai, Wakapolres Mentawai, Sekda, Sekjen GKPM, Pastor, MUI Mentawai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Kepala OPD Mentawai.
Wakil Ketua FKUB Mentawai, Syamsir Harahap menyebutkan, terkait dengan adanya isu ujaran kebencian serta hasutan kepada masyarakat Mentawai yang sengaja untuk memecah belah, tak berpengaruh di Bumi Sikerei.
Salah satu isi lembaran tersebut ‘Hentikan Islamisasi, Kami masyarakat Mentawai sudah beragama. Islam adalah teroris dan Radikal, jangan ciptakan kerusuhan di Mentawai’.
“Prinsipnya dalam memeluk agama tidak ada unsur paksaan, kembali kepada keyakinan masing-masing dan juga Kepulauan Mentawai sudah dari dulu terpupuk kerukunan umat beragama dan persaudaraan,” ucap Syamsir Harahap di aula Pendopo Bupati, Rabu (31/1) malam.
“Informasi isu SARA yang beredar di kawasan Tuapeijat pada dasarnya tidak menginginkan Mentawai maju. Namun, tidak segampang itu memecah belah masyarakat Mentawai,” ujar mantan Ketua MUI Mentawai itu.
Sementara,
Pendeta Imer Sakerebau menyampaikan, Mentawai adalah rumah bersama. Tidak ada yang namanya perpecahan. “Mari kita menjaga keberagaman kita di Mentawai yang telah lama terpupuk dengan baik,” ucapnya.
Menurutnya, informasi isu SARA yang beredar di Mentawai, ada kepentingan tertentu, karena tahun politik sudah dekat. Hal demikian harus diwaspadainya dan diperjuangkan dalam rangka memperkuat kerukunan umat beragama di Mentawai.
Isu SARA yang beredar jangan sampai membuat masyarakat terprovokasi.
Para tokoh agama juga harus bisa menyakinkan umatnya untuk tidak terpancing emosi. “Kita perkuat persaudaraan di Kabupaten Kepulauan Mentawai,” katanya.
Kepala Paroki Santo Petrus Tuapeijat, Pastor Bernad mengatakan, perlu koreksi diri kembali untuk menyikapi isu SARA yang beredar di tengah masyarakat. Masyarakat Mentawai tidak pernah ada kerusuhan soal agama.
“Perlu menghargai agama orang lain, karena kita semua bersaudara. Semua agama itu baik. Tidak ada agama yang mengajarkan perpecahan antar umat beragama. Mentawai sudah sejak dulu bercampur. Begitu juga yang bekerja di Mentawai tentunya harus bisa menyesuaikan budaya Mentawai supaya tidak ada pemicu perpecahan,” tukasnya. (ers)






