
PADANGPANJANG – Kepala MA KMM Kauman Padangpanjang, Derliana, MA belum lama ini berkesempatan mengikuti studi banding pendidikan ke Finlandia. Begitu pulang ke tanah air, Derliana membeberkan pengalamannya di negara yang sangat baik sistem pendidikannya di dunia.
Derliana mengatakan, pengalaman yang didapat dari Negara Finlandia patut diteladani dan ditiru. Finlandia merupakan Negara terbaik di dunia dalam pendidikannya. Tidak hanya dalam pendidikan saja yang bisa kita teladani disana, tetapi dari cara Negara itu mengutamakan kemajuan Negaranya baik dari segi pengajaran serta guru yang mengajar.
“Seperti yang dikatakan Nelson Mandela jika sebuah Negara memperhatikan pendidikannya, maka mereka akan maju. Itulah yang diterapkan di Negara Finlandia untuk membuat negaranya maju, terutama di bidang pendidikan,” ujar Derliana.
Derliana juga mengutarakan, sangat sulit untuk menjadi guru disana dibandingkan menjadi dokter. Sebab, perguruan tinggi yang akan melahirkan guru di sana harus selektif untuk mendapatkan guru yang terbaik, karena guru merupakan tonggak yang akan melahirkan generasi penerus yang terbaik dan terhebat.
Dilihat dari pengalaman selama di sana, yang dilakukan guru di sana dalam memberi pembelajaran, mereka tidak melayani anak- anak yang cepat dalam belajar, tetapi mendatangi anak- anak yang lambat dalam belajar. Karena, menurut mereka lebih baik mengasuh dan menghadapi anak- anak yang lambat dalam belajar dibanding dari anak- anak yang lebih cepat dalam belajar.
“Memintarkan anak yang pintar itu biasa, tetapi memintarkan anak yang lambat itu yang luar biasa,” ujarnya.
Selain itu, yang membuat anak-anak disana lebih cepat belajar dan pintar bukanlah dari kemandirian anak- anak itu sendiri, tetapi dari guru yang memberikan pembelajaran juga. Karena, guru disana telah mempersiapkan pembelajaran yang akan mereka ajarkan kepada anak didiknya. Guru di sana juga mendiskusikan kembali pembelajaran yang telah mereka berikan kepada siswanya, dari segi apapun. Itu bertujuan agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
“Mereka juga membuat suasana dalam kelas selalu berubah- ubah agar dalam pembelajaran baik guru maupun anak-anaknya tidak terlalu kaku,” tutupnya. (ris/r)






