Langkah Sigap Hendri Arnis Memimpin Padang Panjang
  • Home
  • Berita
  • Langkah Sigap Hendri Arnis Memimpin Padang Panjang

Langkah Sigap Hendri Arnis Memimpin Padang Panjang

IMG_0619 - Copy
Tidak hanya ketika rapat dalam ruangan, di lapangan pun Wako Hendri Arnis tetap memberikan arahan kepada jajaran Pemko Padang Panjang. (*)
PADANG PANJANG – Berjiwa muda dan punya konsep tersendiri dalam mengambil setiap kebijakan, merupakan salah satu ciri khas dari Wali Kota Padangpanjang H.Hendri Arnis,BSBA. Sejak dilantik sebagai orang nomor satu di kota berjuluk “Serambi Mekah” itu, Hendri Arnis selalu mengedepankan prinsip cerdas, tangkas dan tegas serta selalu berprasangka baik.

Wali Kota yang memulai masa tugas, 1 Oktober 2013 silam didampingi H.Mawardi,M.Kes sebagai wakilnya, sengaja  mengubah kebiasaan PNS untuk masuk kantor pukul 8.00 pagi dari jam ngantor sebelumnya pada pukul 7.30 WIB. Supaya semua urusan rumah tangga selesai di pagi hari, menjelang masuk kerja.

Kemudian, kebijakan lainnya dengan menetapkan  kendaraan dinas diperuntukan hanya untuk dinas. Tidak dibenarkan dibawa pulang ke rumah. Kendaraan juga harus dilabeli logo Pemda Padangpanjang.

Kepada PNS diminta lebih fokus menjalankan tugas. Sebagai imbalannya tunjangan daerah dia naikan 50 persen. Kondisi ini sangat menyenangkan seluruh staf di jajaran Pemko Padangpanjang. Tidak hanya itu, honor guru mengaji dan garin mesjid juga mendapat peningkatan di masa kepemimpinan Hendri.

Baru-baru ini, sosok pemimpin merakyat itu,  juga menerapkan setoran non tunai terhadap seluruh pengeluaran  pemda. Sehingga uang gaji,  honor dan penerimaan lainnya dari kas daerah harus masuk ke rekening si penerima. Dengan demikian tidak ada sisa tinggal atau tercecer  di tempat lain.

Pada sisi lain, di balik kemurahan hati sosok energik ini, juga tersimpan sifat tegas. Kepada PNS yang telat masuk, cepat pulang atau  melanggar aturan lainnya, selama jam kantor,  siap siap saja tunjangan kesejahteraannya dipotong.

“Semua fasilitas sudah ditingkatkan. Saya hanya minta disiplin dalam bekerja. Sepenuh hatilah melayani keperluan masyarakat. Bagi yang melanggar aturan tentu bakal menerima sanksi yang telah ditetapkan,” kata suami Ny.Maria Veronika ini.

Untuk kelancaran dinas pula, Hendri Arnis  serahkan mobil fortuner yang sehari hari untuk operasional walikota, menjadi mobil operasional Dinas Perhuhungan.

“Jarang pemimpin yang seperti ini. Dia mau memberikan mobil operasionalnya untuk kepentingan dinas,” ujar salah seorang staf dinas perhubungan yang enggan disebut namanya.

Ketegasan Hendri dalam dinas, sama seperti  Dia menyapa pedagang kaki lima yang berdagang di trotoar. Mula mula diperingatkan dengan lemah lembut, tetapi setelah menghindar pedagang itu kembali lagi. Sekali lagi Wako termuda di Sumbar itu mengingatkan untuk pindah, namun setelah pindah balik lagi. Terakhir Hendri terpaksa marah marah mengingatkan warga untuk taat aturan.

“Tujuan saya hanya demi kebaikan bersama. Jangan cari keuntungan sendiri merugikan orang lain. Ini jalan. Tempat pejalan kaki berlalu lalang. Jangan berdagang di sini,” hardik Hendri Arnis kepada pedagang yang keras kepala. Setelah itu, baru trotoar  kosong. Pejalan kaki merasa leluasa  melintas.

Menurut walikota termuda ini, disiplin mesti ditetapkan disemua lini kehidupan. Karena itu dia menerapkan disiplin plus di sekolah sekolah. “Kedepan pengawas sekolah perlu diberdayakan untuk mengawasi para guru guru,” katanya.

Selain meningkatkan kualitas pengawas dan majelis guru, Hendri juga akan menerapkan pemakaian  bahasa Inggris  di sekolah sekolah. “Sesuai anjuran Pak Wako, 2016 kita akan mulai di SMP 5 memakai bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pelajaran,” kata Kadis Pendidikan Desmon.

Ketegasan Hendri Arnis juga dirasakan masyarakat Padangpanjang, ketika dia memutuskan pembangunan pasar dengan APBD. Terhadap keputusan Wako yang energik ini, Muslim Kasim yang mantan wakil gubernur mengacungi jempol.

“Ini subuah keputusan prestasius. Keberanian seperti ini yang dibutuhkan oleh rakyat. Sebab pasar adalah urat nadi perekonomian,” kata Muslim Kasim suatu kali saat berkunjung ke Padangpanjang.

Seputar Pasar Padangpanjang ini telah lama terjadi tarik ulur. Sudah dua puluh tahun lebih rencana pembangunan oleh pemerintah sebelumnya. Tapi tidak jadi jadi juga dibangun, tersebab berbagai faktor. Ada yang minta dibangun oleh investor, ada yang mau dengan APBD, kesimpulannya terundur hingga berlarut larut.

Kini semua itu sudah berakhir di tangan Hendri Arnis. Sebagai bukti tempat penampungan sementara bagi pedagang pasar sudah berdiri. “Insya Allah, tahun baru 2016 pembangunan pasar sudah dimulai,” kata Hendri.

Bersamaan dengan berdirinya tempat penampungan baru, pedagang pasar kuliner di malam hari, yang dulu menolak pindah, kini juga bersyukur dan berterimakasih kepada walikota yang sering blusukan itu. Sebab di terminal kantin tempat yang baru parkir lebih luas dan pengunjungnya makin banyak.

Saking bertambah ramainya pengunjung pasar kuliner ini, bertambah pula jumlah masyarakat yang berjualan di malam hari. Tentu semua bermuara kepada kesejahteraan.

Kepada pedagang kuliner, walikota selalu mengingatkan untuk menjaga kebersihan. “Berjualan makanan  tidak mesti enak dan gurih saja, tapi harus bersih dan sehat. Kita berharap semakin ramai yang mencicipi kuliner Padangpanjang,” kata walikota.

Perinsip hidup bersih juga ditekankan Hendri kepada masyarakat. Setiap bulan gotongroyong bersama digerakan mulai dari rumah tangga, RT, kelurahan dan kecamatan.

Kepada seluruh SKPD dan segenap aparatur dianjurkan ikut goro bersama menjaga kebersihan kota. Ini semua untuk  mengwujudkan Padangpanjang kota sehat, sejuk, bersih, aman dan sejahtera. (isril)

Berita Terkait

Leave a Reply