PARIAMAN- Upaya sosialisasi Pemilihan gubernur-wakil gubernur (Pilgub) Sumatera Barat 2015 terus digencarkan menyusul semakin dekatnya hari H pemilihan. Momen pesta rakyat Piaman Hoyak Tabuik pun tak luput dari upaya sosialisasi dalam rangka menggenjot partisipasi pemilih dan mensukseskan Pilkada serentak secara nasional tersebut.
Pesta Hoyak Tabuik merupakan pesta masyarakat Pariaman yang dilangsungkan setiap tahun dalam rangka memperingati hari Asysyura’ sekaligus mengenang terbunuhnya cucu Rasulullah, Husein dalam Perang di Padang Karbala.
” Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan terus berupaya mensosialisasikan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak kepada masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi dan pemahaman yang baik tentang pentingnya menggunakan hak suara dalam pilkada,” kata Kordinator Divisi Sosialisasi KPU Provinsi Sumatera Barat Nova Indra, Kamis (22/10) malam pada acara sosialisasi di lokasi hoyak tabuik Pantai Gandoriah, Pariaman.
Momen Hoyak Tabuik, kata Nova, merupakan ajang yang sangat tepat untuk mensosialisasikan pelaksanaan Pilkada karena pesta ini akan menyedot perhatian masyarakat baik di Pariaman maupun dari daerah lain di Sumatera Barat, bahkan masyarakat luar daerah. Ia berharap, dengan sosialisasi tersebut akan memberikan pemahaman masyarakat yang semakin baik tentang pilkada.
Ketua KPU kota Pariaman Budi Satria dalam kesempatan itu mengajak masyarakat yang sudah berhak memilih untuk memastikan dirinya tercatat dalam Daftar Pemilih.
” Kami mengajak masyarakat untuk mencermati daftar pemilih, apakah sudah terdaftar sebagai pemilih,” ajaknya.
Jika sudah terdaftar, Budi mengajak masyarakat untuk bersama-sama datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pemilihan mendatang. Jika masih belum terdaftar, Budi mengingatkan agar masyarakat bersangkutan mendatangi petugas KPPS dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Walikota Pariaman Mukhlis Rahman dalam kesempatan itu ikut mengajak warga kota untuk menggunakan hak suara. Kota Pariaman tidak ikut melaksanakan Pilwako karena sudah melaksanakannya pada 2013 sesuai masa jabatannya.
” Untuk itu warga kota hanya akan memilih pada pilgub saja dan hendaknya warga kota yang memiliki hak pilih agar menggunakan hak pilihnya,” ajaknya.
Ia mengingatkan, filosofi “hoyak tabuik” juga menjiwa di dalam pemilihan nanti. Ketika tabuik akan dibuang ke laut, masyarakat dari masing-masing kelompok seolah-olah akan berperang untuk mempertahankan tabuik siapa yang lebih dulu akan dibuang.
” Begitu tabuik sudah sampai ke laut, seluruh kelompok masyarakat kembali berbaur dan bergembira bersama. Hendaknya dalam pemilihan nanti, setelah salah satu pasangan terpilih juga seperti itu, tak ada lagi perbedaan pendapat dan silang sengketa,” ujarnya.
Malam sosialisasi di lokasi Hoyak Tabuik itu disamping dimeriahkan dengan pertunjukan musik, juga diselingi dengan drama pendek bertemakan pemilihan. Topik yang diusung dalam dialog drama disetting untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai pilkada.
Pilgub Sumbar 2015 akan digelar bersama Pilkada di 13 kabupaten/ kota di Sumbar. Hari H pemungutan suara akan dilaksanakan serentak pada 9 Desember 2015 mendatang. (feb)






