PADANG- Khawatir akan kabut asap yang semakin menebal di Kota Padang, sekolah-sekolah dibawah naungan Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah diliburkan. Libur sekolah mulai dari jenjang TK sampai SMA sementara akan diberlakukan dua hari, Jumat dan Sabtu (23 dan 24 Oktober 2015).
“Yayasan mengambil kebijakan meliburkan siswa selama dua hari pada Jumat sampai Sabtu (23-24/10),” kata pengurus YSO Bidang Hubungan Antar Lembaga, Indra Sakti Nauli, Kamis (22/10).
Kebijakan yayasan, kata Indra, karena kekhawatiran anak-anak akan terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) karena dari pantauan secara kasat mata ketebalan kabut asap di Kota Padang semakin meningkat.
Meski diliburkan, para siswa diberikan tugas pelajaran untuk dikerjakan di rumah sehingga siswa tetap memiliki kesibukan memanfaatkan waktu libur. Jam belajar yang tersita karena libur akan disesuaikan nantinya setelah aktifitas belajar kembali berjalan normal.
Indra menyayangkan tidak ada evaluasi standar kualitas udara sehingga ukuran standar kualitas udara oleh masyarakat hanya dinilai secara kasat mata.
“Sangat disayangkan tidak ada evaluasi indeks kualitas udara dari Pemko Padang. Masyarakat hanya mematok ukuran berdasarkan jarak pandang saja,” keluhnya.
Peningkatan ketebalan kabut asap di sebagian besar wilayah Sumatera Barat hari ini diakui oleh staf Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika Koto Babang, Alber. Menurutnya, dari pencitraan satelit, hanya Kabupaten Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai yang masih tipis.
” Hasil monitoring PM10 di Bukit Kototabang pada hari ini kembali memperlihatkan peningkatan konsentrasi yang sangat signifikan, mencapai 519 ug/m3,” ujarnya. (feb)






