PBM Tetap Berjalan Meski Kualitas Udara Berbahaya
  • Home
  • Berita
  • PBM Tetap Berjalan Meski Kualitas Udara Berbahaya

PBM Tetap Berjalan Meski Kualitas Udara Berbahaya

Kabut asap. (foto: dok.isril)

PADANG – Meskipun kualitas udara di Kota Padangpanjang sudah termasuk kategori berbahaya, tapi pemerintah daerah tidak mengeluarkan kebijakan meliburkan kembali pelajar di daerah itu. Proses Belajar Mengajar (PBM) tetap dilaksanakan. Karena, kalaupun siswa diliburkan, tapi siswa malah banyak yang saat tidak sekolah lebih banyak beraktifitas di luar rumah.

Apalagi, siswa tingkat SLTA/ SLTP masih melaksanakan ujian midsmester yang diusul pelajar SD. Evaluasi dari meliburkan sekolah akibat kabut asap juga dinilai tidak efektif, karena siswa masih tetap beraktifitas di luar rumah. Hal itu pula yang membuat Pemko akhirnya memutuskan untuk tetap melaksanakan PBM. Namun, siswa disarankan untuk tetap mengenakan masker saat berangkat ke sekolah, keluar main dan pulang sekolah.

Seperti diberitakan, pada pukul 11.00 WIB hari ini, Kamis (22/10), kualitas udara Kota Padangpanjang berada di kategori Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) berbahaya dengan konsentrasi pencemaran partikel atau PM10 di level 636ug/m3. Sementara, kategori berbahaya bila PM10 melebihi dari 450ug/m3. Pengukuran kualitas udara dilakukan langsung oleh BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global/Global Atmosphere Watch (GAW) Kototabang di halaman Balikota Padangpanjang.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Padangpanjang, Erwina Agreni mengatakan, untuk antisipasi dampak dari kabut asap yang kian tebal dan menyengat, lebih ditekankan pada pribadi keluarga dan masyarakat. Sejak kabut asap melanda Kota Padangpanjang, Pemko bersama organisasi kemasyarakatan lainnya sudah membagikan masker kepada masyarakat.

“Kabut asap ini merupakan kiriman dari pembakaran hutan dan lahan yang berdampak langsung pada kita. Pemko melalui BPBD dan DKK sudah membagi-bagikan masker. Tinggal sekarang penekanan kepada pribadi masyarakat dan keluarga untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dan menggunakan masker kalau harus beraktifitas di luar rumah,” jelas Erwina. (isril)

Berita Terkait

Leave a Reply