
PADANG – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengapresiasi dan berterimaksih atas masukan dan sokongan yang telah diberikan melalui pemikiran dalam diskusi – diskusi serta dengan lahirnya gagasan membentuk “Dunsanak Cak Imin” di Sumatera Barat.
Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin itu mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah mempercayainya dengan sokongan moral untuk maju pada Pilpres 2019 mendatang. “Yang tak kalah penting adalah wujud sokongan moral tersebut dengan dilahirkannya gagasan ‘Dunsanak Cak Imin di Provinsi Sumatera Barat ini,'” ujar Cak Imin dalam pertemuan dan dialog dengan sejumlah awak media di Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (5/12) malam di salah satu hotel di Padang.
Dalam kesempatan itu, Cak Imin mengakui tak akan bisa diterima orang Sumatera Barat kalau dirinya menonjolkan nama partai yang diusungnya. Pasalnya, suara PKB di Sumatera Barat terbilang kecil. “Saya sadar, kalau saya masuk ke Sumbar melalui PKB, maka saya sulit diterima. Makanya, saya masuk melalui gagasan dan pemikiran,” ujarnya.
Dalam dialog yang dipandu Sulaiman Tanjung itu, Cak Imin mengatakan, dirinya tidak tahu persis penyebab PKB tidak bisa berkembang di Sumatera Barat. Padahal, PDI P saja bisa diterima di Sumbar, bahkan bisa mengirimkan dua orang kadernya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumbar.
“Saya sampai saat ini belum tahu persis sebabnya. Titik persoalannya belum ketemu, sehingga raihan suara PKB di Sumbar tak seperti diharapkan. Untuk itu, karena PKB mengalami resistensi di beberapa tempat, maka lebih bagus masuk ke daerah itu dengan pemikiran, pengalaman, dan jaringan,” cakapnya dalam dialog yang juga dihadiri Ketua DPW PKB Sumbar Febby Datuk Bangso, Marwan Jakfar, dan Ketua Fraksi PKB DPR RI.
Cak Imin juga minta masukan agar ia bisa masuk ke semua kalangan. Ia mengaku bisa berdialog dengan semua kalangan, baik NU maupun non NU. Berbagai pendekatan pun dilakukan. Misalnya kepada generasi milineal saat ini, ia melakukan pendekatan dengan kelompok stand up.
Selain itu, ia juga memberikan advokasi dan solusi. Beberapa kasus yang terjadi, dirinya bersama PKB memberikan advokasi kepada korban. Sedangkan untuk solusi, disalurkan kepada empat kementerian yang kebetulan menterinya kader PKB, yaitu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Sementara menurut Sulaiman Tanjung, lahirnya ide untuk menjadikan Cak Imin menjadi Cawapres tidak lepas dari hasil perbincangan dengan teman teman di Sumatera Barat yang ingin melihat lahirnya tokoh muda nasional lebih kurang dua bulan lalu. Sulaiman menilai, ketokohan Cak Imin merupakan salah satu tokoh muda Indonesia yang dianggap mampu memberikan perubahan, baik lintas sosial maupun lintas agama.
“Nah, dengan kehadiran Cak Imin ke Kota Padang untuk bersilaturrahmi bersama ‘Dunsanak Cak Imin’ di Kota Padang hari ini, diharapkan dapat menjawab dan memberi keyakinan kepada Dunsanak Cak Imin, bahwa dukungan yang diberikan telah tepat,” harapnya. (baim)






