
MENTAWAI – Tingginya curah hujan beberapa pekan ini mengakibatkan salah satu jembatan Matrobibit penghubung antara Dusun Pogari dengan Desa Goiso’oinan Kecamatan Sipora Utara tidak bisa dilalui kendaraan.
Hal tersebut di picu tingginya intensitas hujan, sehingga aliran sungai matrobibit meluap dan menganyutkan jembatan kayu yang baru-baru ini dikerjakan secara gotong royong oleh beberapa intansi serta masyarakat.
Pantauan padangmedia.com, terputusnya jembatan Matrobibit itu tidak begitu kuat pembuatannya karena bersifat untuk sementara sebatas untuk bisa dilewati,sehingga saat hujan deras mudah di bawah arus.
Sementara pengerjaan jembatan permanen yang berada disebelahnya masih belum juga rampung, akhirnya akses transportasi kendaraan yang hendak dari tuapeijat menuju sioban tidak bisa dilewati.
Sarjan salah satu warga saat ditemui padangmedia.com Senin (6/11) menyebutkan, putusnya jembatan Matrobibit ini disebabkan curah hujan tiga hari ini sangat deras, sehingga menimbulkan banjir dan menghayutkan jembatan kayu panjang sekitar 8-9 meter sampai terbongkar, ucapnya.
Luapan air sungai pun tidak bisa terbendungi begitu derasnya, sementara puluhan pengendara yang akan menyebrangi jembatan yang menuju desa pogari, terpaksa menunggu sampai luapan air sungai itu tenang dan ada juga yang mengambil jalan untuk kembali ke tuapeijat.
Dikatakan, Tim gabungan BPBD bersama anggota Polres dan Basarnas, mengupayakan membuat jembatan darurat, minimalnya bisa dilalui kendaraan roda dua untuk bisa dilewati dengan menyusun papan.
Perbaikan jembatan sementara yang dilakukan tim gabungan tersebut, ucap Sarjan untuk memudahkan masyarakat melakukan aktivitas serta mengantisipasi hal yang tidak di inginkan, sebelum menunggu Dinas PU Mentawai untuk melakukan perbaikan jembatan permanen itu sampai selesai dibangun, (ers).






