
AGAM – Manajer PT Agra Masang Perkasa (AMP) Wilmar Internasional Agam membantah kematian ikan pada batang air di perbatasan plasma masyarakat akibat kebocoran limbah pabrik. Perusahaan menekankan, tidak mungkin limbah bocor dan dialirkan ke aliran sungai karena pihak perusahaan memiliki teknologi yang sangat rumit dalam dalam menjaga lingkungan.
Menurut Manejer PT AMP Plantantion, Donal Darwis didampingi Manejer PKS Yondra mengatakan, dari keterangan anggota, sebelum adanya ikan mati, sejumlah masyarakat melakukan peracunan ikan. Menurutnya, dalam pengelolaan limbah, perusahaan sangat berhati-hati sekali.
“Tidak benar adanya kebocoran limbah. Sejumlah masyarakat mengambil ikan dengan cara tubo. Walaupun demikian, jika DLH ingin mengambil samoel air itu silahkan saja. Kita sangat terbuka dengan hal itu,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (3/11).
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam menguji sampel air di lingkungan perusahaan tersebut baru-baru ini untuk menyelidiki dugaan kebocoran limbah pabrik. Penyelidikan berawal karena laporan masyarakat terkait banyaknya ikan yang mati di sungai sekitar PT AMP. (fajar)






