
PADANG – Sumatera Barat masih mencatatkan deflasi menjelang lebaran Idul Adha tahun 2017 ini. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2017 di daerah ini tercatat sebesar 0,28 persen (month to month/mtm). Kondisi itu menunjukkan perkembangan harga-harga masih terkendali.
Meski turun dari bulan sebelumnya (Juli 2017) yang mencatatkan deflasi sebesar 0,48 persen (mtm), namun kondisi itu sejalan dengan nasional yang juga turun tipis 0.07 persen (mtm). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat Endy Dwi Cahyono menyebutkan, laju inflasi tahunan dan tahun berjalan Sumatera Barat tercatat masing-masing sebesar 2,83 persen (year on year/yoy) dan 0,50 persen (year to date/ytd).
“Masih berada di bawah nasional yang masing-masing 3,82 persen (yoy) dan 2,53 persen (ytd),” terang Endy, Selasa (5/9).
Dia menambahkan, laju deflasi bulanan Sumatera Barat tersebut merupakan yang terdalam ke 13 dari 22 provinsi yang mengalami deflasi secara nasional. Secara spasial bulanan, pergerakan harga disumbang oleh Kota Padang yang mencatat deflasi 0,36 persen (mtm) dan Bukittinggi yang mencatat inflasi 0,28 persen (mtm).
“Kondisi tersebut menjadikan Kota Padang sebagai kota dengan deflasi terdalam ke-24 dan Bukittinggi sebagai kota dengan inflasi tertinggi ke-12 dari 82 kota/kab sampel inflasi di seluruh Indonesia,” tandasnya. (feb)






