
PADANG – Ahli dari Pittsburg University, Amerika Serikat bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Andalas (UNAND), melakukan ujicoba pemasangan provinder khusus darurat gempa di Wisma Indah Tabing, Padang.
Perangkat bernama Alat bernama Raspberry Pi ini terhubung ke telepon pintar dengan sebuah aplikasi itu akan berfungsi sebagai sinyal wifi pada saat terjadi bencana gempa. Menurut Dosen Fakultas Teknik Unand, Febrin, fungsi tersebut memungkinkan masyarakat untuk tetap bisa berkomunikasi ketika jaringan operator seluler biasa terganggu atau rusak karena gempa.
“Ketika terjadi gempa, berdasarkan pengalaman, operator seluler akan mengalami gangguan atau rusak. Pada saat itu, aplikasi ini akan berfungsi secara otomatis sehingga masyarakat tetap bisa melakukan komunikasi,” kata Febrin didampingi para ahli dari Pittsburg, Selasa (29/8).
Kelebihan dari aplikasi yang proyeknya didanai USAID ini, lanjutnya, memiliki beberapa konten berupa simbol-simbol. Melalui simbol-simbol konten aplikasi itu, masyarakat dapat melaporkan berbagai kondisi secara cepat seperti jalan rusak, rumah ambruk, kebakaran, orang lanjut usia yang membutuhkan pertolongan bahkan ibu hamil.
“Perangkat dan aplikasi ini akan sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat penggiat penanganan bencana,” lanjutnya.
Perangkat Raspberry Pi terhubung langsung ke satelit. Hal ini membuat jaringannya relatif aman daripada jaringan dari saluran telekomunikasi biasa. Dia mengakui, saat ini masih dalam tahap ujicoba.
“Kalau berhasil, perangkat dan aplikasi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menghadapi situasi darurat pada saat bencana gempa,” tutupnya. (feb)






