Listrik Sering Padam di Tuapeijat

Listrik Sering Padam di Tuapeijat

Ketua DPD Pekat Mentawai,
Ketua Pekat IB Mentawai, Suharman. (ers)

TUAPEIJAT – Ibu kota Kabupaten Mentawai Tuapeijat sering dirundung gelap gulita. Hal itu disesalkan warga yang sangat membutuhkan penerangan.

Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Mentawai, Suharman menyebut, seringnya terjadi pemadaman lampu di ibu kota kabupaten kepulauan ini terasa seperti  hidup pada masa beberapa tahun silam. Masyarakat hanya memakai penerangan lampu taplok. Suasananya seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan.

“Karena sering listrik padam, suasananya gelap. Seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Kita khawatir terjadi kejahatan di tengah masyarakat,” kata Suharman kepada padangmedia.com, Selasa (1/8).

Dikatakan, pemadaman listrik di Tuapeijat sudah sering terjadi. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Tuapeijat mengemukakan berbagai alasan. Alasannya mesin pembangkit listrik rusak, BBM habis dan berbagai alasan yang berbeda. Padahal tidak terlihat tindakan penanganan dari petugas yang ada. Anehnya, manager PLN lebih sering berada diluar Tuapeijat, bahkan saat terjadi pemadaman lampu.

“Kita menyayangkan pelayanan PLN di daerah yang menjadi ibukota kabupaten seperti Tuapeijat. Persoalan ini bukan sekali dua, tapi sudah berulang kali,” ujarnya.

Parahnya, kata Suharman, bila lampu mati, air PDAM juga ikut tidak berfungsi di Tuapeijat. Peralatan elektronik masyarakatpun banyak yang rusak berat karena sering terjadinya pemadaman lampu yang tidak beraturan atau mati mendadak.

Suharman menambahkan, pemerintah Mentawai dalam misi Pemkab, salah satunya Mentawai Terang. Kenyataannya, masih tetap menjadi daerah “kegelapan”.

“Misi Pemkab untuk Mentawai Terang belum terwujud,” katanya.

Suharman selaku perwakilan ormas Pekat IB Mentawai menghimbau kepada pemangku kebijakan untuk tegas dalam menyikapi persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Persoalan seperti ini tidak berlarut-larut yang dialami masyarakat bumi sikerei, baik persoalan penerangan maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat,” tukasnya. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply