BNPT: Terorisme Tidak Identik dengan Islam
  • Home
  • Berita
  • BNPT: Terorisme Tidak Identik dengan Islam

BNPT: Terorisme Tidak Identik dengan Islam

Dialog FKPT Sumbar disuguhi kesenian Salawat Dulang, Kamis (13/7).
Dialog FKPT Sumbar disuguhi kesenian Salawat Dulang, Kamis (13/7).

PADANG – Direktur Penanggulangan Terorisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamli menegaskan, aksi terorisme tidak identik dengan Islam. Tidak ada ajaran Islam yang bisa dijadikan dasar untuk melakukan aksi terorisme.

Hal itu ditegaskan Hamli saat membuka kegitan Dialog Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat dengan komunitas seni budaya di Padang, Kamis (13/7).

“Terorisme bukan Islam. Terorisme tidak identik dengan Islam. Tidak ada satu ajaran Islam pun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan aksi teror,” tegasnya.

Hamli menambahkan, aksi terorisme dilakukan oleh sekelompok orang berpaham radikal yang mengatasnamakan ajaran agama untuk kepentingan kelompoknya.

Untuk mencegah penyebaran paham radikal di tengah masyarakat, dia mengingatkan agar seluruh komponen bangsa menyamakan visi dan misi bahwa terorisme adalah musuh bersama.

“Ini perlu digarisbawahi, penyamaan visi dan misi bahwa terorisme adalah musuh bersama,” tegasnya.

Dengan terbangunnya visi dan misi tersebut, dia yakin dapat meningkatkan daya tangkal masyarakat terhadap upaya penyebaran paham radikal.

Dirangkulnya komunitas seni budaya dalam kegiatan tersebut, lanjutnya merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman seluruh elemen masyarakat terhadap terorisme dan radikalisme. Dengan demikian, visi dan misi terorisme musuh bersama akan semakin kuat terbangun di tengah masyarakat.

Wakil Ketua FKPT Sumatera Barat Bidang Ekonomi Sosial dan Budaya, Rosneri mengawali kegiatan dialog dengan komunitas seni budaya tersebut menjelaskan, dengan dirangkulnya komunitas seni budaya akan semakin menguatkan peran aktif masyarakat dalam penanggulangan terorisme.

“Dengan jargon bunga rampai sastra cinta damai, cegah paham radikal, diharapkan kegiatan ini dapat menularkan pemahaman yang kuat terhadap upaya menangkal terorisme dan radikalisme di Sumatera Barat,” katanya.

Dialog FKPT Sumatera Barat dengan komunitas seni budaya tersebut diikuti oleh sekitar 100 orang. Diantaranya hadir budayawan dan kelompok-kelompok seniman dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Juga diikuti oleh mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Padang. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply